Category Archives: RC Model

Berhubungan dengan hobi RC-Model —– Related to RC-Model hobby

Last updated by at .

Cara setting Radio Control pada simulator PhoenixRC

Program simulator PhoenixRC merupakan program yang cukup ringan untuk melatih pilot pesawat aeromodeling sebelum menerbangkan pesawat model yang sesungguhnya untuk mengurangi kecelakaan.

Untuk menggunakan simulator ini anda harus memiliki USB Dongle berfungsi untuk menterjemahkan data PPM dari Radio Control yang ditancapkan di konektor trainer biasanya ada dibelakang. 

Selain itu dongle ini berfungsi layaknya sebagai serial number dari software. PhoenixRC ini bisa terupdate secara otomatis, sampai saat ini saya telah mengupdate sampai versi 4.0.m.

Langkah-langkah yang harus dilakukan:

  1. Installah program simulator PhoenixRC
  2. Tancapkan USB dongle ke komputer, posisikan switch ke PhoenixRC
  3. Jalankan program PhoenixRC, jika minta update sebaiknya diupdateTancapkan kabel stereo ke port trainer pada Radio
    Selanjutnya jalankan program PhoenixRC, bila perlu diupdate jika minta harus diupdate. PhoenixRC saat ini yang terbaru adalah versi 4.0.m. PhoenixRC ini dapat melakukan update secara otomatis melalui jaringan internet, selama dongle anda terhubung dan dikenali dengan programnya. Sebelum anda memainkannya perlu untuk mengatur control yang anda miliki. Saya menggunakan radio remote kontrol FlySky dengan firmware ER9X. Mungkin anda menggunakan jenis radio dan firmware yang berbeda. 

Selanjutnya adalah mengkonfigurasi radio anda. Lakukanlah langkah-langkah berikut ini:

Jalankan program PhoenixRC akan tampil tampilan seperti berikut ini:

 Berikutnya anda perlu setup transmiter dengan mengklik menu System=>Setup New Trasmitter.

Baca petunjuk yang ditampilkan setiap anda mengklik tombol Next. Tekanlah tombol Next sampai tampilan menjadi sebagai berikut:

Posisikan semua stick ke tengah-tengah. Selanjutnya tekan tombol Next, akan muncul tampilan:

Gerakkan semua stick Throtle (kiri arah vertikal), Ruder (kiri arah horisontal), Elevator (kanan arah vertikal), Aileron (kanan arah horisontal). Stick ini adalah stick Mode 2. Semua stick digerakkan kearah maksimal yaitu atas-bawah, kiri-kanan. Amati kanal yang tampil setiap pergerakan stick. Ini tergantug pada konfigurasi radio anda. Pada radio saya Kanan 1,2,3,4 masing-masing adalah Throtle, Ruder, Elevator dan Aileron. Setelah itu tekan tombol Next, akan muncul tampilan sebagai berikut:

Gerakkan semua switch yang ada kearah belakang atau atas. Hal ini opsional, biasanya firmware mengkonfirmasi agar stick throtle ke arah bawah dan semua switch kondisi off yaitu kebelakang atau keatas. Selanjutnya tekan tombol Next dan akan muncul tampilan sebagai berikut:

Disini anda diberi kesepatan sekali lagi untuk mengecek ulang range dari stick apakah sudah benar dengan melihat secara grafik minimal dan maksimalnya sesuai dengan kondisi stick yang sebenarnya. Sekali lagi ingatlah kanal dari stick yang bersesuaian dengan Throtle, Ruder, Elevator dan Aileron. Tekan tombol Finish akan muncul:

Dengan munculnya tampilan diatas anda telah selesai mengklibrasi stick pada radio anda. Selanjutnya adalah membuat profile radio, tekanlah tombol Next selanjutnya akan muncul:

Pilihlah merek radio anda atau yang kompatibel dengan daftar yang ditampilkan. Kalau tidak ditemukan pilihlah “Custom” seperti radio yang saya miliki, Selanjutnya klik Next sampai muncul:

Disini bertujuan untuk memberi nama profile dari radio anda misalnya “FlySky-Radio”, untuk pertama kalinya pilih Quick Setup, kemudian tekan tombol Next akan muncul:

Arahkan seluruh stick ke posisi tengah, kemudian tekan tombol Next, akan muncul:

Disini anda diminta, stick yang mana yang akan digunakan untuk engine/throtle. Pada radio mode 2, throtle stick adalah dikiri arah atas/bawah. Gerakkan stick tersebut seharusnya merespon pergerakan dengan munculnya slider pada tampilan, kemudian tekan tombol Next akan muncul:

Disini menanyakan stick untuk kontrol collective, biasanya untuk helicopter, karena disini untuk fixwing yah samakan saja dengan sebelumnya kemudian tekan tombol Next, akan muncul:

Disini anda diminta untuk menggerakkan stick untuk kontrol ruder. Untuk Mode 2, gerakkan stick kiri ke arah kiri dan kanan, harus terjadi respon dengan munculnya slider. Tekan tombol Next akan muncul:

Disini anda diminta untuk menggerakkan stick untuk kontrol elevator, pada Mode 2 gerakkan stick kanan kearah atas dan bawah, sekali lagi harus ada respon. Tekan tombol Next akan muncul:

Disini anda diminta untuk menggerakkan stick kontrol aileron, pada Mode 2 adalah stick kanan kearah atas dan bawah. Tekan tombol Next, langkahi tampilan berikutnya sampai muncul tampilan:

Sampai disini anda sudah selesai mesetup radio anda dengan nama Profile “FlySky-Radio”.

Cobalah gunakan untuk terbang dengan memilih pesawat model fix-wing yang anda inginkan. Cek respon throtle, stick kiri digerakkan keatas maka rpm engine semakin naik. Jika terbalik, dapat anda balik di Radio anda atau di menu phoenixRC. Begitu pula stick elevator, jika stick kanan ke arah bawah, pesawat akan menaik, sebaliknya jika stick ke atas pesawat akan turun. Balik jika kondisi ini terbalik. Jika stick kanan digerakkan ke kanan, maka pesawat akan roll ke kanan. Jika stick kiri digerakkan kekanan maka pesawat akan berputar ke kanan. Tentu saja referensinya adalah seperti anda menaiki pesawat dan memandang kearah depan.

Selamat mencoba.

Posted in hobby, RC Model | Tagged , | 6 Comments

My tricopter design

This tricopter airframe design using wood blocks to the size 0.5cmx1.5cm. Each arm uses two beams of wood tied together with plastic spacers. Arm length about 47cm measured from the center axel of motor to the CG. To make more tricopter look beautiful, I added a canopy made of styrofoam 6mm. The addition of this canopy, from the flight test results add stability while sliding.

YouTube Preview Image

Posted in hobby, Multicopter Frames, RC Model, tricopter | Tagged , , , | Leave a comment

Need stick trimming on tricopter

When there are not balanced lifting on tricopter when you raise the stick thrust around 50%, you need to setup an offset in the yaw , ailerons and elevator sticks on your radio. Or do the trim setup on the radio. Because on my radio use firmware ER9X, i use the offset which on the available menu of ER9X firmware. 

In my case, my tricopter right arm is too strong a driving force, the channel of “AIL” necessary  offset to the right, the left arm thrust needs to be raised. But will result in ‘yaw’ towards the right, thus in the channel of  ”RUD” should be offset to the left.

YouTube Preview Image

Posted in hobby, Multicopter Frames, RC Model, tricopter | Tagged , , , | Leave a comment

Tricopter flight testing in the field’s University of Brawijaya

This time, I tested my tricopter in field’s University of Brawijaya. I enjoyed it, and tricopter very stable. Battery capacity prevented me from playing much longer time. Less than 5 minutes tricopter flying, battery alarm was sounded, as a sign tricopter must go down to the runway. I will order the LIPO about 6000mAH, later.

Specifications

  1. Frame size:Arm size, Motor axel to center about 47Cm. Motor axel to motor axel about 82Cm. Height about 19Cm.
  2. Brushless motor:3 x DT750, drive with 20A ESC.
  3. Propeller:1 CW 11×4.7 + 2 CCW 11×4.7
  4. Controller:KK Board ATMega 168
  5. Power:LIPO Turnigy nano tech 50A, 2200maH
  6. Weight:Total 1290gr

YouTube Preview Image

Posted in hobby, Multicopter Frames, RC Model, tricopter | Tagged , , | Leave a comment

How to change reponses of throttle stick on ER9X firmware for tricopter

Previously, I was driving my homemade tricopter with a linear throttle response settings. For me this is too linear response caused when the throttle is reduced, tricopter down quickly.

I tried to change the response of the throttle stick to using the curve. I am using the firmware ER9X flysky radio that has this facility. 

I let the Expo remains 0%. I try to just affect the throttle response, and make it more comfortable to pilot. Rapid response is made from low throttle 0-50%, at 50% above the response is reduced.

Throttle curve setting as in the video below.

YouTube Preview Image

Posted in hobby, Multicopter, Multicopter Frames, RC Model, tricopter | Tagged , , , | Leave a comment

Tricopter hover test

I try to test again my handmade tricopter on hover performances.

YouTube Preview Image

Posted in hobby, Multicopter, Multicopter Frames, RC Model, tricopter | Tagged , , , | Leave a comment

Tricopter fitted with a canopy becomes more stable

I have tricopter flight test as it has been posted here, be fitted with a canopy. Tricopter face becomes more beautiful and graceful. Once I tried to flight test, different looks, performance becomes more stable, especially if the thrust me down became not come down quickly because there is an air cushion.

I plan to add wings to the arms in front to look more beautiful. Or may increase the stability of the aileron.

Flight test

YouTube Preview Image

Cincopa WordPress plugin


Posted in Multicopter Frames, RC Model, tricopter | Tagged , , , | Leave a comment

Flight test of tricopter using ver. 3 airframe

In this post about tricopter testing using a airframe design of version 3. Regarding the design of the airframe of ver 3 was designed by me, I have posted here. But some  modifications has been made to reduce the high vibration, by releasing the motor protection is made of fiberglass. Furthermore, the motor is placed directly above the tip of the arm, fastened with bolts and Rivet.

This is an experience of second time as pilot, I can fly tricopter with confidence to the stable with no accidents.

First Test

YouTube Preview Image

Second Test

YouTube Preview Image

Third Test

YouTube Preview Image

Fourth Test

YouTube Preview Image

Specifications

  1. Frame size
    Arm size, Motor axel to center about 47Cm. Motor axel to motor axel about 82Cm. Height about 19Cm.
  2. Brushless motor
     3 x DT750, drive with 20A ESC.
  3. Propeller
    1 CW 11×4.7 + 2 CCW 11×4.7
  4. Controller
    KK Board ATMega 168
  5. Power
    LIPO Turnigy nano tech 50A, 2200maH
  6. Weight
    Total 1290gr

 

Cincopa WordPress plugin


Posted in Multicopter Frames, RC Model, tricopter | Tagged , , , | Leave a comment

Testing of the Arduino Servo library on brushless motor’s cesna 130-46

I’ve created an Arduino ATmega328 built on a perforated veroboard. To connect between pins, I use in soldering wires directly. I use a 16MHz crystal clock and  the Arduino will recognize  as a board of “Nano Arduino w / ATmega328″.

In order board is easy to use, I added a header connector as in the rc receiver configuration is GND / +5 V / Signal. To facilitate the program upload the ISP, pin TX / RX / RST microcontroller mounted single header connectors. 

RST microcontroller connected to the RTS of the serial interface using the USB dongle that works automatically reset. In addition, I added the LED on the D9 in order to test whether the Nano board can work well. 

Next I will test this board for the throttle of the brushless motor. I am using the simple program that has been available in the example program.

I use a 3S lipo, 18A ESC as a 5V voltage source Arduino board. Potentiometer connected to ADC0 or A0 pin to set the throttle.

YouTube Preview Image

Posted in Arduino, Electronics, foamy plane, RC Model | Tagged , , | Leave a comment

Handmade mount of helmet handycam

This time I really need to make a video documentation for the activity test fly a model airplane.  I do not want to miss important moments before the plane crashed as I have been posting here.

Since I have a bicycle helmet and a camcorder, I make my own “mount camcorders” which was originally mounted on the helmet. Mount made from sheets of aluminum with a thickness of 1.5mm. Then add slots are made from aluminum is also used to put the head of the camera tripod.

 In order to mount the aluminum can be attached firmly to the helmet, I used a rubber strap. The next head of the camera tripod can be inserted into the slot that has been made.

 As a test, a video that has been posted here, been using this helmet camcorder.

Posted in Camera, Camera Mount, hobby, RC Model | Tagged , , | Leave a comment

New design of version 3 tricopter frame

The first version of tricopter frame that I made as I have been positing here, too heavy to fly. I am not satisfied then create a new one is version 2 as I have been posting here

Version 2 is flying at very stable, but unfortunately I did not record it in video form. The last time before the crash, photos of tricopter looks like the following.

The total weight of about 1.2kg, using Lipo 2200mAh, 3 pieces of DT750, 3 pieces 10×4.7 propeller. Due to my carelessness as the less experienced pilots to fly tricopter, finally fell. The damage was a broken rear propeller, rear arms folded toward the front.

 This accident caused me as a pilot can not estimate the time of flight, at an altitude of about 6m out of power. But of this accident I have weaknesses that exist in the frame.  Weaknesses are:

  1. Rear Arms too flexible towards the horizontal. This will cause oscillation when it will take off, due to the thrust vector.
  2. The whole arm is less robust. Required construction with a lightweight and robust materials.
  3. It should be added to the cage, to protect the rotor of the motor.

The third version of the tricopter frame

 This third version, I use a wooden beam 1cmx0.5cm as his arm. I combine the two beams of wood with a plastic spacer with a distance of about 1.8cm. 


Center Plate

 As the center plate, i continue to use acrylic with a thickness of 4mm. By using acrylic, 3 pieces of the arm can be held with strong enough.  

The front of the bottom plate made extending, place prepared for lipo. Usually the rear arm is heavier than the front left and right arm because there is a servo and mechanical, so it can be used to balance the CG position at its center.

If necessary center plate will be cut into smaller in size, but does not reduce strength to hold the arm. 

Center plate has sufficient space about 3cm wide, enough to insert the ESC. There was also enough to put a silicone cable which in fact requires considerable space, especially when the front arm is folded back.

Version 3 tricopter frame

 The results of the design tricopter shown in the photo album below:

Cincopa WordPress plugin


 

The uniqueness of vector thrust mechanical 

I designed a mechanical servo for motor on the rear that is different from the general mechanical. Here I directly connect the servo with an iron rod. Iron rod being held by the aluminum tube by using two bearing to reduce frictions. ron rod which is connected to the servo using the servo plastic arm to be cut. Then put into an iron rod and reinforced with bolts. The other end of an iron rod attached to the aluminum tube to hold the motor mount. 

YouTube Preview Image 

 

 

Posted in hobby, Multicopter Frames, RC Model, tricopter | Tagged , , , | Leave a comment

An easy way to see the responses of ENC-03 gyro chip

Chip Gyro of ENC-03 is often used as a sensor to stabilize the aircraft or multicopter using RC. To learn seriously need to know the workings and characteristics of this chip. Data sheet for this sensor can be downloaded here. Chip is famous for its resistance to vibration and is easy to use because it has an analog output. 

The sensor works because of the angular velocity, analog output voltage will depend on the angular velocity applied to the sensor.  Sensor output voltage will follow the following equation: 

V0 is the static output voltage at angular velocity = 0 deg/s. 

From datasheet . Thus the magnitude . Sv is scale factor in mV/deg/S = 0.67V. And .

Schematic 

This circuit is the simplest. Voltage source connected to the RC tap, 100 ohms and 47uF to eliminate the ripple in the voltage source.

Gyro output voltage tap connected to the RC, 6.8KOhm and 0.68uF, serves as a simple lowpass filter to eliminate the output voltage caused by vibration. 

Vref is the output that generates a voltage as a reference that may be required by the circuit on the outside. 

At Vref is necessary to add capacitors of 4.7uF.

Microcontroller

 To read the response of the output voltage of the gyro, so easy to do I use nano Arduino board. This board contains a microcontroller type ATMega 328p. Because it already has an internal ADC, it will be easy to record responses.

In my Arduino programming using A0 as the ADC to convert the voltage output come from the gyro into digital numbers. Hereinafter ADC conversion result is sent serially to be recorded by using hyperterminal on windows.  I decided to process the data and plotted using Scilab.

Board of ENC-03 Gyro

I got this gyro board by removing the yaw gyro on kkboard. However, it should be added 100ohm resistor and 47uF capacitor on the power supply VCC. And 0.68uF capacitor also needs to be added to the gyro output.

In accordance with the data sheet, this board is placed upright and moved radially. Can also be placed upright and inverted, but the gyro output voltage changes will be reversed as well.  

To be able to move freely in the radial, required a dish to put this gyro board. To connect with pin of the Arduino board, can be soldered directly  using  cables. 

Additional compenents of resistor and capasitor can be soldered into header pins of this board. 

Dish

 In order gyro board can be moved radially with ease, need a dish to put the gyro board. The dish is made using styrofoam plate. At the center of the dish, bamboo as a holder mounted to rotate the dish. Arduino board and gyro board placed on this dish.  Furthermore, the Arduino board is connected with usb cable to the computer to record the results of Gyro responses of the radial motions.

This method is the most inexpensive and easy to make because it uses materials easily obtained is styrofoam.

Other Dish

Because I can do the job using mechanical equipment such as lathes, milling machines, drilling machines, welding machines and so forth. I prefer this dish using iron material, because it is more robust and stable during use.

Cincopa WordPress plugin


YouTube Preview Image

Basic Recording

The basis of recording the response of the gyro output is done by reading through the adc conversion. I am using the Arduino programming with nano board. Arduino program as follows:

void setup() {
  Serial.begin(115200);
}

void loop() {
 int sensorValue = analogRead(A0);
 Serial.println(sensorValue);
 delay(50);
}

Recording steps:

  1. Turn on Arduino by plugging USB’s arduino board to the computer.
  2. Open hyperterminal, set baud to 115200 baud, 8bit, No parity, 1 stop bit.
  3. Connect communication by clicking “Call” icon. You must ensure that the serial channel selection is correct. You will see the data receive by hyperterminal
  4. Rotate the dish, you’ll see a change of data in hyperterminal.
  5. To record and stored in a file, select the “Transfer -> Capture Text”. Then asked to fill in your name and the file folder.
  6. Turn the dish as the fourth step in accordance with your wishes.
  7. Stop record by select the “Transfer->Capture Text->Stop”.

Processing of data

The file name of the data is capture5.txt. Further data will be read and processed using Scilab program. Use the console to process manually. Scilab commands as follow:

-->// read data file into sh matrix
sh=read_csv("D:\data_scilab\capture5.txt");  

// convert sh matrix string content into d matrix as numeric
-->d=evstr(sh);

// convert adc data (0-1024, 10bit) into analog voltage
-->analog=(d/1024)*5.0;

// how big is the size of data
-->size(analog)
 ans  =

    694.    1.  

// make t matrix as time (axis plot) 0 to 693
-->t=0:693;

// plot data
-->plot2d(t,analog,style=2)

The results of the graph are shown as follows.

 

Posted in aeromodelling research, Electronics, hobby, Multicopter, RC Model, Sensor | Tagged , , | 2 Comments

Engineering design of measuring instrument for testing propeller thrust

This mechanical design serves to measure the thrust generated by the propeller.  In the world of aeromodelling, to design a model aircraft  require  the performance datas of thrusts that generated by the propeller. This will find the suitability of the propeller for the type of aircraft.

Overall, the mechanical system can be divided into several parts:

  1. Pole
    Serves to hold the thrust by the propeller. At the bottom there is a weight load that does not shake.
  2. Slider
    Is a moving part which rests two linear bearings. This section is used to hold the motor / engine and propeller.
  3. Motor/Engine and propeller mount
    Serves to hold the motor/engine and propeller. This section will vary according to the motor/engine.
  4. Load cell
    Sensors that work mechanically, driven by a slider that moves as result of thrust backward.

This mechanical system can be used to test the thrust by using electric motors or engines. Thus it will become easier to get the appropriate size of the propeller.

The data can be obtained by using a mechanical system are:

  1. Relationship between the RPM with the generation of thrust. 
  2. The relationship between RPM and current/power which is absorbed.
  3. The relationship between the current/power which is absorbed and thrust.

Point (1) The first can be used to obtain the performance of the propeller (the motor has more power), the second is used to obtain the size of the propeller in accordance with the motor / engine specific.

Point (2) can be used to calculate or test a long fly to the configuration of the motor, propeller and certain batery capacity (mAH).

Point (3) can be used to calculate the efficiency of the power absorbed by the thrust generated. 

How it works

 

The main principle of this mechanical is the Motor/Engine and propeller can move through the slider. In order to be a little friction, slider is associated in two linear bearings. The use of two linear bearings also serve for the motor does not rotate. If the wind direction toward the front, then there will be thrust to the rear. One end of the slider there is a “load cell pusher” that serves to suppress the load cell at the time when thrust generated. By adding a signal conditioner, the output voltage of load cell can be converted to digital by using the ADC.

Motor/Engine Mount

In order to hold the motor/engine include propeller need mount that can joint to slider. This mount has a variety of forms according to the motor / engine that is used.

Load Cell

To measure the thrust with a direction to the rear, I use the sensor “load cell”. 

Load cell specification is: 

  1. CAPACITY:  15kg(30lb)
  2. RATED OUTPUT:  2.0 ±0.1mv/v
  3. ZERO BALANCE : ± 0.5 % F.S.
  4. OUTPUT EFFECT ON ZERO: 0.03 %F.S. ( within 5 minutes)
  5. CREEP: 0.030~0.05 %F.S. ( within 5 minutes)
  6. NONLINEARITY ,HYSTERESIS AND REPEATABILITY: <± 0.03 % F.S.
  7. INPUT IMPEDANCE: 395±5 Ohm
  8. OUTPUT IMPEDANCE: 350±5 Ohm
  9. TEMPERATURE EFFECT ON OUTPUT %OF APPLIED LOAD: ± 0.03, %F.S./10c°
  10. TEMPERATURE EFFECT ON ZERO %OF RATED OUTPUT: ± 0.8,%F.S./10c°
  11. EXCITATION VOLTAGE: 10 Volt
  12. INSULATION RESISTANCE: 300M W
  13. PRECISION GRADE: 0.03% F.S.
  14. MATERIAL: Aluminum Alloy 2024-T351
  15. SAFT OVERLOAD:  150% F.S.
  16. STORAGE TEMPERATURE: -25 to +70 deg. C
  17. OPERATING TEMPERATURE: -10 ~ 40 deg C
  18. MAXIMUM PLATFORM SIZE: 150×200 mm
  19. CONNECTION:
    (Red: +Excitation; Black:-Excitation
    Green: +Signal; White: -Signal)
    4 leads, flexible stranded wire – length 200 mm , PVC insulated AWG 28, UL listed 
Posted in aeromodelling research, RC Model | Tagged , , | Leave a comment

Membuat pesawat model cesna 130-46 dari papan styrofoam 6mm

Bila anda ingin memulai hobi membuat pesawat model fix wing versi remote control, kali ini saya mengajak anda bagaimana membuat pesawat cesna 130-46 berbahan papan styrofoam dengan ketebalan 6mm.

Membuat pesawat ini lebih mudah jika anda menggunakan kayu balsa, karena bentuk fuselage adalah pipih dengan ketebalan 6mm sesuai dengan bahan yang digunakan. Bahan ini biasanya digunakan untuk hiasan dan dilapisi dengan bermacam warna ada yang merah, kuning, hijau atau putih. Mungkin anda juga menemukan warna-warna lainnya.

Peralatan yang harus anda siapkan terlebih dahulu adalah:

  1. Cutter kertas yang tajam atau pisau hobi biasanya terdiri dari berbagai macam bentuk.
  2. Template yang diprint dan dipotong seseuai dengan komponen pesawat seperti: elevator, ruder, fuselage dan sayap. Klik disini untuk mendapatkan template tersebut. File tersebut saya beli di salah satu situs yang tertera dalam gambar tersebut.
  3. Lem panas (hot glue). Ini lem andalan para pembuat pesawat model, karena cepat mengering dan mudah digunakan secara cepat.
  4. Isolasi
  5. Bambu
  6. Kawat baja 1.5 mm.

Langkah yang dilakukan 

 Langkah-langkah yang harus dilakukan untuk membuat pesawat model ini adalah:

  1. Print template tersebut ke kertas sesuai dengan ukuran kertas yang digunakan A4/Legal. Gunakan skala 100% agar sesuai dengan ukuran sebenarnya.
  2. Sambung kertas menjadi satu lembar dengan menggunakan isolasi. Kemudaian potong bagian-bagian pesawat seperti fuselage, ruder, elevator, wing.
  3. Letakkan potongan template diatas lembar  styrofoam, potong mengikuti pola template.
  4. Satukan bagian-bagian dengan menggunakan hot glue.

Fuselage

 

Fuselage adalah badan pesawat, disini berupa papan, tidak utuh seperti pesawat model skala karena dibuat dari papan styrofoam agar mudah dibuat. Belajar membuat pesawat rc pertamakali yang dipentingkan adalah prinsip terbangnya dulu yang dikuasai, mengenai bentuk yang menyerupai sebenarnya diabaikan agar pesawat mudah dibuat. Agar fuselage lebih kuat saya menambahkan potongan bambau yang diserut dan dilem dibagian pinggir fuselage dengan menggunakan hot glue. Hasilnya fuselage menjadi lebih kaku. Saya juga menambahkan potongan bambu pada fuselage dibagian tengahnya.

 

Memasang bagian-bagian dari fuselage yaitu ruder dan elevator memerlukan kesabaran yang tinggi karena ada bagian yang bergerak yang ditarik dengan servo. Untuk menyatukannya dapat digunakan isolasi panas yang dipotong segi-empat memanjang kemudian disatukan dengan hot-glue dengan terlebih dahulu melukai styrofoam dibagian tengahnya.

Wing

 Bagian sayap atau disebut dengan wing, merupakan bagian yang paling utama pda pesawat model fix-wing, karena merupakan bagian yang mengangkat pesawat menuju langit biru. Bagian ini haruslah kokoh agar tidak mudah lepas ketika terbang. Namun kadang-kadang mengganggu untuk diangkut ke lapangan terbang karena memiliki rentang yang paling panjang. Saya memutuskan agar sayap dapat dilepas menjadi dua bagian dengan memberikan pen terbuat dari bambu kemudian dilem dengan hot-glue.

Untuk merakit sayap juga diperlukan ketelatenan dan kesabaran yang tinggi agar sayap dapat terpasang dengan kokoh. Gunakan hot-glue atau sering disebut dengan lem tembak untuk menyatukan pen ke sayap. Saya menambahkan geometri airfoil agar proses penyatuan sayap dengan pen bambu menjadi lebih kuat karena menjadi lebih tebal.

Sayap tidak menggunakn airfoil layaknya pesawat model skala, agar pembuatannya lebih mudah sayap tetap dipertahankan datar pada bagian atas dan bawah, sehingga hanya mengandalkan aliran udara secara laminer.

Berat badan pesawat

Berat badan pesawat haruslah diperhitungkan dan seimbang dengan daya dorong dan luas sayap untuk membangkitkan daya angkat. Dalam dunia penerbangan atau aeromodelling disebut dengan AUW (Airframe Unit Weight). Pesawat ini memiliki AUW total keseluruhan  sekitar 380gr, sehingga daya dorong minimal sama dengan AUW dikurangi dengan daya angkat sayap.

Dalam gambar saya belum memasang stick penyangga sayap kiri dan kanan agar memiliki dihedral (sudut sayap) yang tetap.

Power Loading

Untuk membangkitkan daya dorong pesawat digunakan motor jenis   BC-2212/6, 2200kV disupply dengan batery LIPO 1000mAH, 20C, 2S. Setelah diukur memiliki daya dorong sekitar 620gr full throtle. Dengan demikian power loadingnya adalah 620/380=1.63.

Propeller yang digunakan adalah 9×4.7, termasuk slow flyer, karena cesna ini memang direncanakan pada kecepatan pelan untuk belajar sebagai pilot aeromodelling.

Landing Gear

 Agar pesawat model ini dapat mendarat layaknya pesawat terbang, diperlukan roda pendarat atau disebut landing gear pada bagian belakang dan depan. Bahan yang dignakan adalah kawat baja 1.5mm bisa dibeli di toko besi. Sedangkan roda menggunakan roda dari gabungan plastik dan spon keras, bisa dibeli di toko aeromodelling. Bagian depan menggunakan dua roda sedangkan bagian belakang menggunakan satu roda. Roda depat dikaitkan ke kayu penguat motor brushless dan dilem dengan hot-glue. Roda bagian belakang disambungkan ke rudder agar dapat melakukan taxi-way layaknya pesawat sungguhan.

Testing taxi way

Roda belakang dihubungkan dengan rudder agar bisa melakukan taxi-way yaitu melakukan belok saat ada di darat. 

YouTube Preview Image 

 

 

Posted in hobby, pesawat model, RC Model | Tagged , | 85 Comments

Making tricopter airframe became lightweight

Tricopter airframe of my design result that i posted here is too heavy if setup  using 3 motors. I will use it for Y6 copter because has the robustness . Now, i decided to create a new so lighter weight with a total weight not more than 1kg. This time I should be more careful to calculate the weight and the use of materials. Weight can be reduced is the airframe, while the electronic components and supporting not possibly be reduced. Components that have the assurance of weight is:

  1. 3 motor, DT750, @78gram, total: 232 gram
  2. Nano-Tech, Lipo, 3S, 2200mAH, 45C Constant / 90C Burst, total: 201 gram
  3. Receiver frsky: 9 gram
  4. Controller: 9 gram
  5. Tower Pro mag 18 ESC x 3 (reflash), @19.5, total: 58.5 gram
  6. Silicone cable, connector etc,  approximately: 30 gram

Fix weight will be : 232 + 201 + 9 + 9 + 58.5 + 30 = 529.5 gram

For example, if the planned total weight is 850gr then the rest of the airframe that the maximum weight allowed is 850gr – 529.5gr = 320.5gr.

Stub

The three arms of airframe materials used alumium piece of 1cm x 2cm box. I plan to make the long arm of the distance between the motor axel and CG is 50cm. Also, Front left and right arm can be folded into the back of the arm parallel to the rear, for easy transportation to the field.

To estimate the weight of the arm by using aluminum box, need to be weighed to obtain density values. Picture on the left, aluminum is 42cm long with a weight 63.8gr. Thus the value of the density of this aluminum is 63.8gr/42cm = 1.52gr/cm if no reduction of weight. Assumed if the extent of reduction of 1/3 the total weight will be (2/3) * 63.8gr = 42.53gr. So the density becomes 42.53gr/42cm = 1.01gr/cm.

Weight reduction should be considered by not reducing the strength of the material. To reduce the aluminum material, i use a milling machine 10mm and 0.5mm.

If the individual requires long sleeves 50cm + 2cm = 52cm, then the total weight before do to weight reduction  wil be 1.52gr/cm * 52cm = 79.04gr. However, if the weight reduction is 1/3 of total weight, the weight will be 52.69gr. So the total weight for the 3 arms will be 158.08gr.

If one arm require long about 50cm + 2cm = 52cm, then the total weight before weight reduction will be 1.52gr/cm * 52cm = 79.04gr. However, if the reduction in weight 1/3 of total weight, the weight will be 52.69gr. So the total weight for the 3 arms will be 158.08gr.

Reducing the weight of the arm

I can reduce the weight of the arm by making a hole with size 4cmx2cm on one side by using a milling machine.

Arm length is 42cm, the weight to be 35.9gr, still has the strength and robustness. The density will be 35.9 gr/42cm or 0.855 gr/cm, very lightweight. Now the weight down to (0.855/1.52)*100%=56.23%.

For comparison the wooden arm of the weight is 58.4gr 1cmx2cmx60cm size. Then the density is 58.4gr/60cm = 0.913gr/cm. But has the disadvantage can not be reduced weight and easy to absorb water.

So the choice is aluminum as tricopter arm.

 

 

Center plate

Center plate is very important to tie the three pieces of arms in order not changed because no force and pressure and keep the robustness. Of course if you can have a light weight.

Here I use a fiberglass-acrylic with a thickness of 5 mm. The rear arm tied with two 4mm bolts. Two fornt arms  fastened with a bolt that can be folded backward. But I need to add a bolt lock to stop two arms so do not move when flown.

For a while, I did not reduce the weight of the center plate and I would do at the end if necessary. Center plate has a weight of 124.4 grams. However I doubt the strength to hold the arm, if the surface of the center plate is reduced.

Motor mount

To put the motor to the arm, I make my own mount for the DT750 to be stronger than the original. Of course they are made of aluminum then becomes a bit heavier than the original. However, very strong because it uses the M3 bolts. The two bolts used to hold DT750, one bolt is used for hooking into the arm.  I use this  mount for all three motors.

Tilt Mechanical of rear motor

On this mechanic, I use a direct connection to the servo shaft with two bearings. In this way, tilt will be a smooth movement. Two bearings mounted in a nylon tube in the two sides.  I use an iron with 5mm diameter, then inserted in the bearing hole. By using aluminum tubes, rear motors can be connected  by using bolts.

 

 

 

First flight testing

Previously I had never flown a multi rotor, so I do not believe in myself if I could fly this tricopter. I decided just to test if the lift could be stabilized.

YouTube Preview Image

Second flight testing

 I tried a second time to be confident.

YouTube Preview Image

Third flight testing

Now I believe myself to fly a homemade tricopter.

 YouTube Preview Image

Tricopter of my design has a total weight of approximately 1100 grams by using a 2200mAh Lipo. When it began to hover absorbing power about 120Watts or 10Ampere at 12V Lipo voltage.

 

 

 

Posted in hobby, Multicopter Frames, RC Model, tricopter | Tagged , , | Leave a comment

My design of tricopter frame

This is an article about frame design for tricopter. My creativity is in the form of a new design tricopter frame, made of aluminum, box and pipe.  I combine the two ways to remove the assembly from the frame tricopter, by folding and by taking off parts.

This is my first experience playing with tricopter, had never flown. I ventured to make from scratch by reading theory, video, and the experience of others.

This frame design has the distance between the motor and the center of the frame about 55cm. So it is a large category of tricopter frame.

If frame in condition of disassembled, tail arm can be folded into front and two arms of front motor can be pulled as two separated arm parts. Also three landing gear can be opened by loosen of three screw.

First Setup

This is my first experience making tricopter. This tricopter design is a combinations of aluminum, wood, steel wire and kid baseball as landing gear.

My setup as follow:

  1. Length of motor axel to center is modified about 50cm.
  2. Batery Lipo 2200mAH.
  3. Controller KKBoard ver. 3.0 (Atmega 328).
  4. ESC 3x Tower Pro Magnum 18A, reflashing.
  5. Motor 3x DT750, 750Kv.
  6. 3x propeller 11×4.7.

Tricopter is too heavy

My design is to heavy about 1450 gram.  The total thrust is approximately 3x1200gram = 3600 grams. Will raise approximately (1450/3600) * 100 = 40.3% of maximum thrust. Current will flow when lift is approximately (18Ampx3) * 40.3% = 21Amp. It is assumed that the maximum thrust of each motor will absorb the current 18A.

I hope the approximate calculation is correct, this tricopter will be able to fly even though only a few minutes.

If the tricopter weight of 1450gr can hover, I will reduce the weight of the frame to a minimum, but still sturdy.

Current’s Hover of my heavy tricopter frame

I measure the total flow, while tricopter hover at about 14Amp. The difficulty is producing lift the motor to be balanced. I suspect when reflash ESC towerpro mag8, tp_nfet.hex firmware versions are different versions. Or has one propeller CCW (front left) has different characteristics and have the most powerful thrust.

This Tricopter hover on the condition of 50% of the throtle. At full throtle, has a strong lift. I try with the help of hand-held with tricopter is above the head. I can loosen the grip and let go of the hand quickly, tricopter can fly, but still not balanced.

These experiments use a gain of 1/2 to 3 potentiometer.

Posted in hobby, Multicopter Frames, RC Model, tricopter | Tagged , , , | 2 Comments

Quadcopter pertamaku

Hobi aeromodelling memang sangat menyenangkan, memiliki hubungan dengan dengan berbagai ilmu terutama elektronika kontrol. Elektronika kontrol merupakan komptensi saya yang terakhir, banyak melibatkan bidang elektronika, mikroprosesor, programming, sensor. Semua itu sudah aku lalui baik secara teori maupun praktek, terutama microprocessor system hardware dan programming.

Quadcopter ini merupakan pesawat model pertama buatanku yang digolongkan pada multicopter atau multirotor. Frame dibuat dari papan multiplek dilem dengan menggunakan lem epoxy. Frame memiliki berat sekitar 75gr dalam kondisi kosong. Sedangkan berat motor keseluruhan sekitar 23grx4 = 92gr atau sekitar 1ons.

Total berat frame, 4 motor dan 4 esc sekitar 200gr. Nantinya total berat quadcopter ini berharap tidak lebih dari 350gr. Dari hasil uji coba, setiap motor dengan konfigurasi propeller 6×3 memiliki thrust sekitar 250gr sehingga total thrust menjadi 1kg. Quadcopter akan dapat melakukan hover sekitar (350/1000)x100% = 35% dari total thrust. 65% berikutnya dari throtle digunakan sebagai manuver dari quadcopter.

Setiap motor memiliki karakteristik 2400kV, sehingga maksimal rpm sebesar 16800rpm dengan menggunakan LIPO 2 sel. Dimensi quadcopter ini memiliki jarak antara motor sebesar 450mm. Jadi quadcopter ini merupakan mini quadcopter. Batery yang akan digunakan memiliki kapasitas 1000mAH. Maksimum arus setiap motor adalah 4,5A, jadi maksimal total arusnya adalah 18A=18000mA. Diharapkan lama terbangnya menjadi: 1000/18000 jam = 3,3 menit, dibulatkan sekitar 3menit. Namun ini saya coba arus daya angkat adalah setiap satu lengan, bukan keseluruhan, mengingat sampai saat ini saya masih menunggu kelengkapan propeller 6×3.

Cincopa WordPress plugin


masih akan dilanjutkan….

Posted in hobby, RC Model | Tagged , | 27 Comments

Cara menjadi pilot pesawat aeromodelling yang handal

Bagi para peng-hobi pesawat aeromodelling akan didasari oleh  motivasi yang berbeda-beda diantaranya adalah:

  1. Sekedar Hobi untuk rekreasi atau refreshing menjadi pilot.
  2. Hobi dibidang ketrampilan membuat pesawat model, baik dari bahan styrofoam, balsa sampai composite.
  3. Hobi mempelajari geometri dan menciptakan model pesawat baru.
  4. Mendalami ilmu dibidang model gerak pesawat udara melalui pesawat model.
  5. Mendalami dibidang flight control system, yaitu kontrol kestabilan, Auto pilot dan lain sebagainya.

Untuk para penggemar aeromodelling hanya sekedar rekreasi atau hobi menerbangkan pesawat model, dapat dilakukan siapa saja dengan cara belajar dipandu oleh pelatih yang telah berpengalaman. Pemanduan bisa dilakukan dengan satu Radio Control ataupun dua Radio Control. Jika tidak dipandu terlebih dahulu, maka akan memakan korban beberapa pesawat mengalami crash sudah barang tentu akan banyak uang yang akan dikeluarkan.

Namun untuk belajar menjadi pilot handal pesawat aeromodelling, tidak perlu harus langsung menerbangkan pesawat model dilapangan, melainkan bisa belajar melalui program simulator yang dijalankan pada komputer atau laptop. Konfigurasi kebutuhan adalah dua macam yaitu:

  1. USB Joystick simulator + Program Simulator RC-Plane
  2. Radio Control +  Dongle Program Simulator RC Plane

Saya menyarankan point 2, karena anda akan terbiasa menggunakan Radio RC yang nantinya jika digunakan dilapangan dengan pesawat model akan terbiasa dengan Joysticknya tanpa harus melakukan adaptasi. Radio control bisa dipilih dari harga yang paling murah sampai harga yang paling mahal. Saya menggunakan merek FlySky yang terjangkau buatan cina, tapi sudah mencukupi karena radio control ini firmwarenya bisa diganti menjadi yang setara dengan radio control kelas futaba.


Gambar atas adalah radio control merk FlySky, namun transmitter dan receivernya saya upgrade menggunakan merek FrSky seperti yang diperlihatkan pada gambar dibawah. Penggantian ini karena saya inging mengupgrade agar jarak jangkaunya menjadi 1.5Km+.

Sebagai simulator, transmitter dan receiver pada gambar bawah tidak digunakan, dengan menggunakan dongle USB joytstick dapat digunakan untuk mengontrol pesawat dalam program simulator. Selanjutnya jika anda menerbangkan pesawat model yang sebenarnya, maka akan terbiasa dengan kondisi joystick dan pesawat saat latihan dalam simulator tersebut.

Program Simulator RC

Saya menggunakan simulator RC yang tergolong ringan karena saya jalankan dalam laptop dengan prosesor Intel Atom N-550. Program yang digunakan adalah PhoenixRC, dilengkapi dengan berbagai macam pesawat mulai dari Fix Wing, Helicopter, Multicopter.

 

Spitfire

Pesawat ini merupakan pesawat tempur menggunakan propeller dengan nama lengkap: Supermarine Spitfire. Merupakan pesawat tempur Inggris dengan satu tempat duduk. Penggunaannya berakhir sampai tahun 1950. Informasi lengkapnya tentang pesawat ini silakan klik disini.

 Demo



Pilot: Bambang Siswoyo

 

Cessna

Pesawat model ini merupakan pesawat sebenarnya yang dibuat skala kecil pada aeromodelling. Pesawat ini merupakan pesawat satu baling-baling, baik untuk melatih pilot aeromodelling.

Demo



Pilot: Bambang Siswoyo

Multiplex Acromaster

Pesawat ini merupakan pesawat model bukan pesawat sebernarnya yang diperkecil skalanya seperti Spitfire. Pesawat model ini cocok bagi pemula untuk belajar menjadi pilot pesawat model, karena memiliki daya angkat yang besar, bahkan pada ketinggian tanpa throtlepun dapat melayang dengan sempurna. Saya dapat mendaratkan pesawat ini tanpa throtle dengan mulus. Kelihatannya pesawat ini memiliki setup dalam kondisi tail heavy, sehingga sedikit throtle saja pesawat sudah mengangkat.

Demo



Pilot: Bambang Siswoyo

Newpower Modelism Reflex

Pesawat model ini merupakan pesawat yang memiliki kemampuan 3D, yaitu gerakan sangat lincah kesegala arah dengan cepat. Sehingga pesawat model ini digolongkan kedalam pesawat model 3D. Memang pesawat 3D paling sulit dikendalikan karena gerakannya sangat peka. Namun bila anda memiliki Radio Remote yang dapat diprogram, kepekaannya dapat dibatasi dengan end-of-point pada masing-masing servo kendali menjadi 50%. Pesawat ini sangat menyenangkan untuk dijadikan rekreasi, tidak membutuhkan lapangan yang luas. Pesawat ini hampir sama dengan pesawat pertama buatanku.

Demo



Pilot: Bambang Siswoyo

 

Quadcopter Gaui 330-X

Multicopter atau Multirotor merupakan pengembangan dari helikopter yang ada yaitu 1 rotor dan 2 rotor. Quadcopter memiliki 4 rotor, secara komersial belum diproduksi dan digunakan, namun dalam hobi model sudah sering digunakan untuk keperluan hobi atau rekreasi. Quadcopter harus memiliki kontroler yang mengatur daya dorong masing-masing motor agar dapat melayang dan melakukan manuver layaknya pesawat model kategori sayap tetap atau fix-wing.

Demo



Pilot: Bambang Siswoyo

Posted in hobby, RC Model | Tagged , | 25 Comments

Pesawat pertama buatanku

Bagiku hobi yang satu ini sangat menarik untuk dipelajari dan didalami, karena merupakan gabungan ilmu pengetahuan dijadikan satu sehingga menjadi hobi yang bisa berkembang dan tidak mudah usang. Untuk mendisain pesawat sebenarnya ada perhitungan dan teori yang mendasarinya.  Berikut ini link teori yang berhubungan dengan pesawat terbang:

  1. http://adamone.rchomepage.com/index2.htm
  2. http://rcvehicles.about.com/od/rcairplanes/ss/RCAirplaneBasic.htm
  3. Airfoils of US and Canadian Aircraft
  4. http://www.rc-airplane-world.com/how-airplanes-fly.html
  5. http://en.wikipedia.org/wiki/Planform

Cincopa WordPress plugin


Walaupun hobi yang satu ini membuatku sangat menggebu, prinsipku hobi jangan sampai kebablasan  sehingga jangan sampai menghabiskan atau menghamburkan uang, kalau bisa hobi ini menghasilkan uang. Aku tertarik hobi ini bukan hanya kesenangan belaka, akan tetapi aku ingin mendalami ilmunya walaupun hanya model. Apalagi ini sangat berhubungan dengan ilmu pengetahuan yang pernah aku dalami, sehingga membuat penguatan dan dorongan yang sangat kuat untuk menyeriusinya.

Sebagai pemula aku telah berhasil membuat pesawat pertama yang bisa terbang, dikalangan aeromodelling disebut EXTRA300S. Pesawat ini tergolong pesawat slowflyer yaitu pesawat yang berkecepatan lambat, cocok untuk para pemula.

Karena aku masih awam dan mengesampingkan teori aerodinamika dan teori mendisain pesawat, aku menggunakan plan yang telah dipakai banyak orang dikalangan aeromodelling. Dengan demikian aku pertamakalinya harus mengasah kemampuan ketrampilan membuat pesawat dengan berbahan styrofoam yang murah. Styrofoam ini banyak dijual dipasaran dan mudah pengerjaannya.

Walaupun aku mengindahkan teori-teori yang ada, tapi yang perlu diperhatikan adalah daya dorong (thrust) yang dihasilkan oleh baling-baling (propeller) haruslah lebih besar dari berat pesawat itu sendiri. Pesawatku ini memiligi bobot terbang sekitar 850gram dengan daya dorong sekitar 1,2Kgf. Aku menggunakan motor DT750 yang sering dipakai oleh para aeromodeller, dengan propeller diameter 12″ dan pith 4,7 atau disebut dengan propeller 12×4,7. Batery yang digunakan adalah Lipo 2200mAH, 3sel, sudah cukup untuk bisa terbang selama 10-15 menit, tergantung kepiawaian pilot. Juga aku memodifikasi pesawat ini dengan menambahkan dihedral yaitu sudut sayap sekitar 5 derajat, agar menjadi semakin slowflyer.

Untuk memperkuat dihedral sayap, aku gunakan tali senar pancing yang dijerat ke mur-baut seng dengan viser plastik. Untuk menyetelnya aku gunakan terminal kabel yang yang diambil bagian dalamnya. Tali senar ini ada dibagian atas/bawah dan kiri/kanan sayap, sehingga sangat kokoh dan tidak mudah berubah. Bagian bawah ditambatkan ke landing gear yang diperkuat dengan kayu. Memang struktur pesawat model juga harus dipikirkan bagaimana supaya menjadi kuat tapi ringan. Inilah seni untuk membuat pesawat.

Control Actuator

Dikalangan aeromodelling kadang cukup menyebut “kontrol” pesawat, tapi dalam ilmu sistem kontrol disebut aktuator (penggerak) karena digunakan mengendalikan gerak pesawat, aku sebut “Aktuator Kendali”. Untuk mengontrol gerakan pesawat ada bilih yang bergerak di sayap dan di ekor.

Kendali Aileron

Yang disayap disebut dengan Aileron untuk gerakan rolling (guling). Agar pesawat berbelok dengan cara berguling kekanan (rolling), kendali aileron sebelah kanan ke arah atas, kiri kearah bawah. Demikian sebaliknya jika berguling kekiri. Pada pesawat ini menggunakan dua aktuator yaitu satu servo masing-masing aileron, jadi diperlukan 2 servo. Keuntungan menggunakan 2 servo pada kendali aileron ini, memungkinkan aileron sekaligus digunakan sebagai air-brake atau flap yang berguna mengurangi kecepatan saat melakukan pendaratan.

Kendali Elevator

Kendali elevator ini berfungsi untuk kendali agar pesawat mendongak keatas atau kebawah. Pada saat pesawat meninggalkan landasan kendali ini digunakan untuk tinggal landas atau take-off. Kendali ini berada ekor pesawat dibagian horisontal. Terdapat bilih yang berada dibagian ekor horisontal ini, bisa ditekuk keatas atau kebawah. Jika bilih ini mendongak keatas mengakibatkan hidung pesawat akan mendongak keatas, karena aliran udara dari depan menerpa bilih ini yang mengakibatkan ekor menjadi turun dan hidung akan mendongak. Demikian sebaliknya.

 

Kendali Ruder

Kendali ruder ini berada di ekor juga, namun berada pada posisi tegak atao vertikal. Adapun fungsi ruder ini untuk menggerakkan pesawat berbelok kekiri atau kekanan secara horisontal, tidak berguling seperti halnya kendali aileron.

Kendali Throtle

Kendali ini berfungsi untuk menaikkan/menurunkan daya dorong pesawat dengan menaikkan/menurunkan putaran motor brushless. Ini tidak menggunakan kendali mekanik seperti halnya aileron, elevator dan ruder yang digerakkan oleh motor servo.

Pilot mengendalikan pesawat ini dengan mengkombinasikan 4 kendali, kadang disebut kendali 4 kanal. Ini adalah kendali standar pada pesawat terbang. Pada Remote Control terdapat dua tuas kiri dan kanan.

 

 

Posted in hobby, RC Model | Tagged , | 18 Comments

Hobi baruku

Aku memang suka meng-ekplorasi diri tentang hobi-hobi baru yang membuat aku tertarik dan memungkinkan aku dapat melakukannya. Sekitar pada pertengahan  semester genap tahun ajaran 2010/2011 (semester 6) dimana  riset S3ku mulai mangkrak kekurangan dana, saat itu ada 3bulan BPPSku paling terakhir belum dibayar. Aku tanpa merencanakan sesuatu, teman dosen TEUB Bapak Poerwanto mengajak aku ke MOG karena ada stand yang menjual RC-Model. Aku mulai berpikir ternyata mengasikkan juga dan sarat dengan teknologi elektronika serta teknologi perancangan pesawat model.

Mengapa aku sangat antusias menggeluti hobi baruku ?

Awalnya aku hanya mengikuti rasa senang yang muncul dari hati sanubariku. Bagi teman-teman yang telah mengenalku melihat apa yang aku lakukan dengan hobi baruku ini, maka akan sedikit bertanya mengapa kok tidak diseriusi saja Disertasinya.
Memang semua alasan-alasan yang aku lontarkan tidak mungkin membuat semua orang mau menerima pejelasanku. Memang apa-apa yang ada dikenyataan yang aku jalani dan apa yang ada di relung hatiku, tidak mungkin akan bisa dimengerti dan dipahami oleh semua orang dengan hanya menjelaskan melalui-kata-kata. Walaupun aku selalu mengikuti alam yang ada didalam hati sanubariku, ternyata hati sanubari juga bisa menjelaskan alasan-alasan pertimbangan yang aku putuskan untuk dijalani. Namun saat itu seperti hanya memberikan pernyataan pemikiran yang barang tentu tidak bisa dijelaskan dengan kata-kata apalagi ditelaah dengan akal-pikir yang diotak. Hanya saja seakan berkata “jalankan saja kelak kamu akan menikmatinya”.

Secara pemikiran menggunakan akal-pikir, aku (akal-pikir) berpikir daripada melanjutkan riset yang masih jauh membutuhkan dana, dengan dilandasi rasa keingintahuan dan senang secara tulus ikhlas, aku terpikat untuk mencoba melaluinya. Dengan segala pertimbangan dana yang ada, aku putuskan sisa BPPSku yang tinggal 3 bulan dan tidak seberapa besarnya, aku belikan sebuah Remote Control da4n sebuah dongle USB software simulasi RC-Plane. Aku mengambil keputusan untuk membeli Remote Control yang profesional, karena aku berniat betul-betul mempelajarinya secara detail baik cara membuat pesawat dan sistem elektroniknya. Jadi aku putuskan tidak membeli Pesawat Model yang satu paket dengan Remote Controlnya, karena biasanya tidak versi profesional.

Radio Control

Radio control berfungsi untuk menyampaikan informasi kendali dari pilot dikirim menggunakan gelombang radio. Informasi berupa 4 kanal yaitu: informasi kendali untuk Throtle, Elevator, Ruder dan Aileron. Dari keempat kendali ini pesawat model sayap tetap bisa dikendalikan sesuai dengan kehendak pilot.

RC ini jika digabungkan dengan USB-dongle kita bisa mengunakan simulator untuk belajar menjadi pilot menggunakan simulator:  Phoenix-RC, XTR, Aerofly, RealFlight.

Transmitter dan Receiver

Pada Radio Controlku yang aku punya bagian TX dan RX aku ganti dengan spesifikasi long range dengan jangkauan sekitar 1,5Km lebih. Hal ini aku persiapkan bila nanti saya berekperimen ke taraf yang lebih tinggi yaitu FPV (First Person View) atau UAV (Unmanned Aero Vechile).

TX dan RX menggunakan teknologi digital didalam mengirimkan informasi komanda dari pilot sehingga tidak akan berinterferensi dengan yang sejenis. Tergolong menggunakan frekwensi 2,4GHz tidak akan mengganggu Internet Wireless, karena menggunakan FHSS yang cenderung mencari frekwensi yang tidak digunakan secara otomatis. Antenanya memiliki penguatan 3dB, bila dinginkan bisa diganti dengan antena yang lebih tinggi penguatannya. Receiver memiliki 8 kanal dengan modulasi PPM (Position Pulse Modulation).

Menggabungkan bebagai bidang ilmu

Hobi yang satu ini akan menyatukan beberapa aspek ilmu pengetahuan di bidang elektronika yang telah aku pelajari satu persatu sebelumnya seperti:

  1. Digital Electronics
  2. Microprocessor Application
  3. Comptuter Interfacing dan Programming
  4. FPGA
  5. Digital Control System
  6. Data Communication

Mengapa saya sangat menggebu dibidang ini, karena dapat mengawinkan ilmu pengetahuan yang telah aku pelajari menjadi suatu hobi yang mengasikkan. Terlebih lagi, bidang yang satu ini memiliki penguatan terhadap paket Sistem Kontrol di Jurusan Teknik Elektro UB. Bahkan menghasilkan beberapa judul-judul tugas akhir untuk mahasiswa dibidang Sistem Kontrol. Sambil bermain, sambil belajar, sambil mengajar, insyallah semua yang aku lakukan akan bermanfaat bagi diriku dan orang lain.

 

 

Posted in hobby, RC Model | Tagged , | 6 Comments