Category Archives: hobby

Berhubungan dengan hobi —– Associated with the hobby

Last updated by at .

Mengingat hobi masa lalu

Aku memiliki prinsip lain tentang hobi yang satu ini yaitu Aeromodelling RC Plane. Aku tergolong suka meng-eksplorasi diri tentang apa-apa yang aku senangi. Karena aku terbiasa di lingkungan pendidikan, aku sangat suka dengan hal-hal yang baru dengan mengekplore diri apa yang ada dalam hati sanubariku kemudian aku ungkapkan dalam pikiranku untuk aku nyatakan dalam dunia nyata. Akhir-akhir ini aku lebih mengenal diriku bahwa aku suka sekali yang berbau “penciptaan” dan hal-hal yang baru.

Ini baru aku sadari bahwa semua yang aku sukai sebagai hobi dan aku jalani dengan landasan senang semuanya dapat dirakit menjadi satu kesatuan yang utuh.

SD  : (Dawuhan II, Situbondo). Aku menyukai hasta-karya atau membuat sesuatu dari tanganku sendiri, aku tidak suka dibantu kalau aku mampu. Kecuali sudah terbentur  maka akan meminta bantuan orang lain, itupun aku memperhatikannya untuk meniru agar tidak memerlukan bantuan lagi.

Selain itu aku menyukai dan piawai memainkan karawitan, saat itu aku pemukul Gong tersulit kedua setelah Gendang. Aku sangat cepat belajarnya dan mudah mengingat tembang-tembang yang diajarkan. Rupanya sejak itu jiwa seniku sudah ada.

SMP : (SMPN 1 Situbondo). (Lulus 1978). Aku sangat suka hasta-karya elektronika, dan sangat tertarik saat itu. Aku sampai-sampai sowan ke Guru Elektronika secara pribadi ke rumahnya (aku ingat Bapak Abdurrahim). Aku belajar menyolder dan mengartikan rangkaian kedalam papan rangkaian, dikala itu belum ada PCB melainkan menggunakan triplek. Aku ingat waktu itu membuat flip-flop 2 transistor dan sirine, dan buatanku yang bisa bekerja terlebih dahulu. Kemudian aku mengajari teman-temanku yang belum bisa bekerja rangkaiannya. Waktu itu guruku selalu memberikan perhatian khusus kepada saya, diraport nilai Pelajaran Elektronika mendapatkan nilai A.

Saat ini, jiwa seniku mulai terpendam, karena tidak ada sarana yang memadai untuk berekpresi dibidang seni.

SMA : (SMAN 1 Jember).  (Lulus 1981).  Kembali lagi aku sangat menyukai hasta-karya elektronika, karena disekolah ini ada sarana dan guru di bidang elektronika. Logika kelektronikaanku sangat berkembang di sekolah ini. Aku ingat saat itu sudah mampu membuat Radio penerima Super Heterodyne, dan hanya buatanku yang bisa bekerja sempurna. Sekali lagi nilai STTBku diberi nilai A. Ekspresi seni terlihat juga disekolah ini, aku sebagai dirijen paduan suara ternyata menang dalam turnamen antar sekolah.

Teknik Elektro - UB (lulus 1986) : Jujur waktu mengikuti kuliah TEUB angkatan 1981, aku kecewa sepertinya hobi-hobiku dulu tentang elektronika tidak akan tersalurkan di Jurusan ini. Mengingat ternyata jurusan ini adalah jurusan arus kuat. Hampir aku mau keluar dan masuk POLTEK-UB jurusan elektronika. Tapi aku tetap bertahan walaupun IPK hanya pas-pasan yaitu 2,67 saja.

Namun dalam perjalanan kuliah, sifat autodidak-ku untuk mempelajari sesuatu yang tidak ada dalam perkuliahan semakin merajalela. Tidak enggan aku mengurangi uang jajanku untuk membelikan komponen-komponen elektronika dan aku coba sendiri di tempat kostku. Saat itu aku sangat tertarik dengan elektronika-digital, aku tidak bisa menerima saja pelajaran-pelajaran tentang teknik digital, namun aku mencobanya sendiri di tempat kost. Aku terbiasa puas dan percaya bahwa teori yang diberikan itu benar bila dibuktikan. Tidak suka mengkoleksi rumus-rumus yang tidak jelas asalnya.

Disini aku terbiasa, bahwa teori itu harus ada hentian berpikirnya dan dinyatakan dalam dunia nyata yaitu praktek. Jangan berteori kalau belum pernah mengalaminya, jangan sampaikan teori kalau belum tahu kebenarannya.

Skripsiku tentang Mikroprosesor Z80, padahal tidak ada matakuliah mikroprosesor saat itu, aku belajar secara autodidak dengan biaya yang aku keluarkan sendiri dengan membeli Trainer Z80. Skripsiku tentang alat ukur power faktor pada jala-jala PLN dengan menggunakan mikroprosesor Z80. Saat itu aku sudah bisa memprogram bahasa assembly.

Sekali lagi sifat autodidak ku yang menuntunnya untuk bisa mengerti dan melakukannya dalam dunia nyata yang didorong oleh rasa keingin-tahuan.

Dosen TEUB (1986): Aku bergabung sebagai tenaga pengajar di TEUB mulai tahun 1986, saat itu yang mengajak bergabung adalah Bapak Yulius yang juga dosen saya saat saya masih mahasiswa. Aku langsung ditugasi membuat matakuliah baru yaitu Mikroprosesor dan Mikroprosesor Lanjut, membuat silabus sekaligus sebagai pengajar. Saat itu pula paket B yaitu elektronika dibuka. Awal mula materi mikroprosesor Z80 yang diajarkan, baru setelah sekitar tahun 1995 mendapatkan modul praktikum berbasis mikroprosesor 8085 dari Leybold. Aku harus memanuver silabus menggunakan mikroprosesor Intel-8085. Selanjutnya setelah mikrokontroler 8032 bertama kali diperjualbelikan di Malang, aku mulai belajar mikrokontroler ini. Riset skripsi mahasiswa sangat banyak judul-judul yang mengarah ke mikrokontroler 8032/8051. Aku berhenti mengajar mikroprosesor kira-kira sejak tahun 2009, karena lelah dan bosan serta sudah ada dosen-dosen baru yang menggantikannya. Selanjutnya aku berpindah ke paket D yaitu sistem kontrol karena lebih menarik dan menantang serta memerlukan sentuhan perangkat keras elektronika. Aku pernah mengajar Elektronika Kontrol, Robotika, PLC, mikroprosesor, Komputer Analog, Dasar Teknik Digital.

S2 Teknik elektro – UB (lulus 2007): Aku tergolong dosen yang telat sekolah, aku sekolah S2 baru tahun 2005. Saat itu diajar oleh banyak mantan-mantan murid saya di Teknik Elektro UB. Tapi aku tidak memanfaatkan bekas murid saya, namun tetap profesional sebagai hubungan mahasiswa dan dosen. Sekali lagi saat sekolah di S2, aku terpicu sesuatu yang membuatku menarik untuk mempelajari FPGA. Kala itu  dosen pengajarnya Bapak Heru Nurwarsito, mantan murid saya dulu. Sekali lagi saya tidak bisa hanya denga mengkoleksi teori-teori yang gak jelas maksudnya, aku mulai belajar FPGA dengan biaya sendiri dengan membeli modul di Internet. Yang pada akhirnya menunjang untuk membuat Riset Tesisku.

S3 Teknik Mesin – UB. Mulai tahun 2008.

Semua perjalanan hidupku semuanya sudah ada yang mengatur seakan semua yang aku jalani, menjadi saling melengkapi. Dan aku sangat-sangat menikmatinya, karena dilandasi keikhlasan berbuat.

 

IHLAS BERBUAT

MEMULAI DIRI TANPA PAMRIH DAN IHLAS…….

ADALAH LEBIH BAIK DAN MULIA……………

DIBANDINGKAN…….

MEMULAI DIRI KARENA…..

ORANG LAIN TELAH MEMULAINYA

IHLAS BERBUAT KARENA ADA……

SEPERCIK HATI YANG SANGAT DALAM………..

TUK MENJUJURKAN DALAM KATA…..

JUJUR KATA AKAN BERWUJUD DAN BERMANFAAT JIKA…..

DILURUSKAN DALAM PERBUATAN NYATA……..

DENGAN IKHTIYAR TANPA PAMRIH.

(Malam selasa, 22AGT2011, tulisan hati terdalamku)

 

 

Posted in hobby | Tagged , | Leave a comment

Hobi baruku

Aku memang suka meng-ekplorasi diri tentang hobi-hobi baru yang membuat aku tertarik dan memungkinkan aku dapat melakukannya. Sekitar pada pertengahan  semester genap tahun ajaran 2010/2011 (semester 6) dimana  riset S3ku mulai mangkrak kekurangan dana, saat itu ada 3bulan BPPSku paling terakhir belum dibayar. Aku tanpa merencanakan sesuatu, teman dosen TEUB Bapak Poerwanto mengajak aku ke MOG karena ada stand yang menjual RC-Model. Aku mulai berpikir ternyata mengasikkan juga dan sarat dengan teknologi elektronika serta teknologi perancangan pesawat model.

Mengapa aku sangat antusias menggeluti hobi baruku ?

Awalnya aku hanya mengikuti rasa senang yang muncul dari hati sanubariku. Bagi teman-teman yang telah mengenalku melihat apa yang aku lakukan dengan hobi baruku ini, maka akan sedikit bertanya mengapa kok tidak diseriusi saja Disertasinya.
Memang semua alasan-alasan yang aku lontarkan tidak mungkin membuat semua orang mau menerima pejelasanku. Memang apa-apa yang ada dikenyataan yang aku jalani dan apa yang ada di relung hatiku, tidak mungkin akan bisa dimengerti dan dipahami oleh semua orang dengan hanya menjelaskan melalui-kata-kata. Walaupun aku selalu mengikuti alam yang ada didalam hati sanubariku, ternyata hati sanubari juga bisa menjelaskan alasan-alasan pertimbangan yang aku putuskan untuk dijalani. Namun saat itu seperti hanya memberikan pernyataan pemikiran yang barang tentu tidak bisa dijelaskan dengan kata-kata apalagi ditelaah dengan akal-pikir yang diotak. Hanya saja seakan berkata “jalankan saja kelak kamu akan menikmatinya”.

Secara pemikiran menggunakan akal-pikir, aku (akal-pikir) berpikir daripada melanjutkan riset yang masih jauh membutuhkan dana, dengan dilandasi rasa keingintahuan dan senang secara tulus ikhlas, aku terpikat untuk mencoba melaluinya. Dengan segala pertimbangan dana yang ada, aku putuskan sisa BPPSku yang tinggal 3 bulan dan tidak seberapa besarnya, aku belikan sebuah Remote Control da4n sebuah dongle USB software simulasi RC-Plane. Aku mengambil keputusan untuk membeli Remote Control yang profesional, karena aku berniat betul-betul mempelajarinya secara detail baik cara membuat pesawat dan sistem elektroniknya. Jadi aku putuskan tidak membeli Pesawat Model yang satu paket dengan Remote Controlnya, karena biasanya tidak versi profesional.

Radio Control

Radio control berfungsi untuk menyampaikan informasi kendali dari pilot dikirim menggunakan gelombang radio. Informasi berupa 4 kanal yaitu: informasi kendali untuk Throtle, Elevator, Ruder dan Aileron. Dari keempat kendali ini pesawat model sayap tetap bisa dikendalikan sesuai dengan kehendak pilot.

RC ini jika digabungkan dengan USB-dongle kita bisa mengunakan simulator untuk belajar menjadi pilot menggunakan simulator:  Phoenix-RC, XTR, Aerofly, RealFlight.

Transmitter dan Receiver

Pada Radio Controlku yang aku punya bagian TX dan RX aku ganti dengan spesifikasi long range dengan jangkauan sekitar 1,5Km lebih. Hal ini aku persiapkan bila nanti saya berekperimen ke taraf yang lebih tinggi yaitu FPV (First Person View) atau UAV (Unmanned Aero Vechile).

TX dan RX menggunakan teknologi digital didalam mengirimkan informasi komanda dari pilot sehingga tidak akan berinterferensi dengan yang sejenis. Tergolong menggunakan frekwensi 2,4GHz tidak akan mengganggu Internet Wireless, karena menggunakan FHSS yang cenderung mencari frekwensi yang tidak digunakan secara otomatis. Antenanya memiliki penguatan 3dB, bila dinginkan bisa diganti dengan antena yang lebih tinggi penguatannya. Receiver memiliki 8 kanal dengan modulasi PPM (Position Pulse Modulation).

Menggabungkan bebagai bidang ilmu

Hobi yang satu ini akan menyatukan beberapa aspek ilmu pengetahuan di bidang elektronika yang telah aku pelajari satu persatu sebelumnya seperti:

  1. Digital Electronics
  2. Microprocessor Application
  3. Comptuter Interfacing dan Programming
  4. FPGA
  5. Digital Control System
  6. Data Communication

Mengapa saya sangat menggebu dibidang ini, karena dapat mengawinkan ilmu pengetahuan yang telah aku pelajari menjadi suatu hobi yang mengasikkan. Terlebih lagi, bidang yang satu ini memiliki penguatan terhadap paket Sistem Kontrol di Jurusan Teknik Elektro UB. Bahkan menghasilkan beberapa judul-judul tugas akhir untuk mahasiswa dibidang Sistem Kontrol. Sambil bermain, sambil belajar, sambil mengajar, insyallah semua yang aku lakukan akan bermanfaat bagi diriku dan orang lain.

 

 

Posted in hobby, RC Model | Tagged , | 6 Comments

Hobi dan Ilmu

Jangan sepelekan sebuah kata yang bernama “Hobi”. Tulisan saya tentang hobi, jelaslah bukan main-main karena sebenarnya hobi adalah didorong oleh spirit yang kuat dan bahkan kita tidak menyadarinya. Hobi yang dijalankan dengan penuh rasa kesenangan, bukan tidak mungkin dalam perjalanannya akan menemukan ilmu-ilmu yang selama ini tidak terpikirkan. Bahkan bisa terkait dengan serpihan-serpihan kegiatan lainnya, sehingga menjadi suatu ilmu pengetahuan yang utuh dan semakin nyata penggunaannya.

Agar bisa terjadi demikian, biarlah hobi terjadi dan mengalir apa adanya bukan karena dilandasi dengan “ada apanya”. Biarkan berjalan secara alamiah, tidak perlu ada tuntutan yang mengharuskan memiliki luaran tertentu. Karena kalau sudah didasari dengan luaran atau goal tertentu itu namanya “hobi yang dilandasi pemaksaan” cenderung karena “ada apanya”. Jadi intinya kita disuruh berbuat ikhlas, karena kita (badan kita + pikiran kita) adalah  hamba sang pencipta, jalani kemudian akan menemukan maksudnya. Dalam perjalanan kita tidak dapat menyimpulkan apa maksudnya, namun kalau sudah sampai melalui perjalanan bila diberi hidayah kita kemudian bisa menyimpulkan melalui “hikmah-hikmah” yang terkandung didalamnya.

Bila kita sebagai “Dosen”, bila itu berangkat sebagai hobi yaitu minimal senang berbagi ilmu dan surfing ilmu pengetahuan, maka hal ini adalah sebagai awal yang baik, karena landasannya adalah rasa senang dari hati sanubari yang terdalam. Sedangkan “goal” keduniawian berupa reward uang, yah tentu itu adalah suatu kewajaran akan tetapi semata bukan itu tujuannya.

 

Posted in hobby | Tagged , | Leave a comment