Author Archives: Bambang Siswoyo

Avatar of Bambang Siswoyo

About Bambang Siswoyo

I am a college lecturer since 1988 at UB (University of Brawijaya) in the electronics department. My experience: Applications of Microprocessor system, Applications of Control System, Applications of Field Programmable Gate Array, Computer Programming in computer instrumentations. My hobby: Music especially playing the saxophone, hiking and exploring the countryside.
    Find more about me on:
  • facebook
  • googleplus
  • youtube

Always On My Mind : Tenor Saxophone (Cover)

Mencoba rekaman menggunakan saxophone Tenor. Silakan menikmati.

YouTube Preview Image

Posted in Saxophone, Video | Tagged , , , | Leave a comment

Hobi baru: Home Recording

Kali ini aku menggeluti hobi yaitu rekaman music dengan menggunakan perangkat home recording:

  1. USB recording Focusrite 2i4
  2. Condensor Microphone  SAMSON CO3
  3. Software studio rekaman

USB RECORDER FOUCSRITE 2i4 

 

MIC CONDENSOR SAMSON CO3

Perangkat akan menunjang untuk merekam lagu track demi track sehingga hasil menjadi bersih dan sebagai mastering lagu secara digital. Selanjutnya saya memiliki target untuk rekaman lagu menggunakan saxophone, membuat video clip dan mengarang lagu.

Posted in Saxophone, Video | Tagged , , | Leave a comment

When You Teel Me That You Love Me on Alto Saxophone

Sambil menunggu waktu bergantinya Tahun 2012 menjadi 2013, aku sempatkan merekam lagu “When You Teel Me That You Love Me” yang dimainkan menggunakan saxophone alto. Lagu ini dimainkan dengan nada dasar Bb dan di rekam secara langsung dengan menggunakan handycam.

Selamat Tahun Baru 2013

YouTube Preview Image

Posted in Saxophone, Video | Tagged , , | 6 Comments

Latihan lagu Nyidam Sari pakai Saxophone Tenor

Kali ini aku belajar lagu Jawa berjudul Nyidam Sari. Lagu ini menggunakan titinada Pelog Jawa, 1 3 4 5 7. Hanya berdasarkan 5 macam nada sudah dapat dijadikan lagu jawa yang sangat sejuk didengarkan. Selain nada pelog ada dana Slendro 1 2 3 5 6 mirip dalam lagu cina.

Video ini saya rekam secara langsung dengan menggunakan handycam.

YouTube Preview Image

Posted in Saxophone, Video | Tagged , , | 2 Comments

Latihan Lagu Misty menggunakan saxophone tenor

Lagu Misty merupakan salah satu lagu favorit saya. Rekaman pertama saya menggunakan saxophone alto. Disini saya menggunakan saxophone Tenor, dengan menambahkan melodi interlude. Namun tidak ada iringan lagu, karena saya masih latihan lagu ini menggunakan Tenor.

Dimainkan dengan menggunakan 4 konfigurasi Mouthpiece yaitu:

  1. Berg Larsen 110/SMS/2 dengan reed fiber jenis natural.
  2. Berg Larsen 110/SMS/2 dengan reed fiber jenis carbon.
  3. Bobby Dukoff D7 dengan reed fiber jenis carbon.
  4. SR Legend dengan reed Bambu #3
  5. SR Legend dengan reed fiber jenis natural.

YouTube Preview Image

Posted in Saxophone, Video | Tagged , , | Leave a comment

Semangat untuk menempa diri adalah usaha untuk lepas dari kemunafikan

Semangat adalah kata-kata yang pernah digunakan dijaman perjuangan ’45. Tanpa ada semangat tidak akan pernah ada perubahan. Bangun semangat diri, untuk mendapatkan kemampuan diri agar terhindar dari kemunafikan. Mulut berkata, hati tapi tidak merestui, mulut berkata bijak tapi tidak dapat menjadi teladan, tong kosong nyaring bunyinya. 

Semangat sebenarnya untuk diri sendiri, untuk bisa melakukan sebuah perjuangan hidup. Dapatkan kemajuan hidup ini dengan dilahirkan dari semangat diri sendiri. Biasakan kehidupan kita terangkat dari kemampuan diri yang diawali dari semangat. Jangan memberikan semangat kepada orang lain jika ujung-unjungnya kemajuan orang lain untuk kepentingan yang memberi semangat. 

Dalam dunia musik, kemunafikan hampir tidak ada.

Kenapa demikian ?

Karena dikatakan Jago menyanyi, secara langsung dapat diuji kemampuannya dengan mendengar suaranya secara langsung, dan menjadi melekat pada diri seseorang. 

Namun di dunia ilmu pengetahuan, masih rancu mana yang jago beneran dan mana yang hanya omong doang. Sangatlah sulit dibuktikan, kenyataannya yang pandai berbicara malah dianggap yang paling mengerti.  

Melalui hobi musik memainkan saxophone, bermodalkan semangat dapat digunakan sebagai upaya menempa diri untuk keluar dari kemunafikan. Karena menurut saya suara yang keluar dari saxophone merupakan wujud dari kemampuan sang peniupnya, tidak akan pernah tertipu. Dengan rasa semangat, sarana tidak menjadi penghalang untuk menempa diri meniup saxophone dengan baik dan benar. Kamar mandipun bisa dipakai sebagai tempat latihan agar tidak mengganggu yang lainnya.

Yang penting Semangat utuk menempa diri masih ada dalam diri kita.

YouTube Preview Image

Posted in Saxophone, Video | Tagged , , | Leave a comment

Can You Feel The Love Tonight on Alto Saxophone

Kali ini aku mulai mencoba lagi saxophone altoku yang sudah lama tidak dimainkan, karena aku menyenangi saxophone Tenor. Teryata asik juga untuk memainkan lagu dengan nada tinggi. 

YouTube Preview Image

Posted in Saxophone, Video | Tagged , , | Leave a comment

Can You Feel The Love Tonight on Tenor Saxophone

Hari minggu yang membosankan jangan dibiarkan begitu saja keadaannya, akan menyebabkan hal-hal yang diluar kesadaran, misalnya banyak makan, keluyuran tak menentu, atau lainnya. Hari minggu yang membuat aku jenuh, aku lewatkan dengan merekam lagu “Can You Feel The Love Tonight” dengan melodi Saxophone Tenor yang aku mainkan sendiri.

Aku rekam secara langsung pakai handycame, akhirnya hari-hari yang membosankan menjadi mengasikkan. Memang kita harus pandai mencari kegiatan yang menyenangkan yang bermanfaat dan berarti, agar setiap hari akan terisi hal-hal yang menyenangkan.

YouTube Preview Image 

Bagi yang membutuhkan partiture dan file MIDI silakan download di link berikut ini.

Download disini

“Can You Feel The Love Tonight”

There’s a calm surrender to the rush of day
When the heat of a rolling wind can be turned away
An enchanted moment, and it sees me through
It’s enough for this restless warrior just to be with you

And can you feel the love tonight
It is where we are
It’s enough for this wide-eyed wanderer
That we got this far
And can you feel the love tonight
How it’s laid to rest
It’s enough to make kings and vagabonds
Believe the very best

There’s a time for everyone if they only learn
That the twisting kaleidoscope moves us all in turn
There’s a rhyme and reason to the wild outdoors
When the heart of this star-crossed voyager beats in time with yours

Posted in Saxophone, Video | Tagged , , | Leave a comment

Fatwa Pujangga on Tenor Saxophone

Memang tambatan hatiku terakhir dengan alat musik adalah Saxophone. Bagiku alat musik ini sangat sangat dapat menyatu dengan jiwaku dan dapat mengekpresikan semua jiwaku melalui alat musik yang satu ini. Aku sudah banyak mencoba alat musik lainnya mulai: Gitar klasik, gitar elektrik, Bas, Violin, Piano, flute, clarinet, tetapi hatiku tetap tertambat pada alat musik saxophone. Hmmm memang unik sekaligus suaranya sexy.

Kali ini aku mencoba merekam secara rangsung dengan menggunakan HandyCam dengan file midi yang dijalankan di Piano Electric Yamaha DGX 620.

Tembang lawas FATWA PUJANGGA beriramakan melayu.
 

YouTube Preview Image

Posted in Saxophone, Video | Tagged | 2 Comments

Tenor Saxophone: Angin Malam

Saya mencoba bernyanyi menggunakan saxophone tenor lagu Angin Malam yang biasa dinyanyikan oleh sang lengendaris Broery Marantika.

YouTube Preview Image

 

Posted in Saxophone, Video | Tagged | Leave a comment

Software Serial

For users with arduino microcontroller has one serial port, such as nano arduino, uno etc., can use the digital port as an additional serial channel. I tried it into the arduino nano board, and will add an additional serial port to D10  as RX and D11 as TX. D10 (RX), D11) is a serial software controlled, unlike the RX (D0) and TX (D1) working in hardware. Required libraries that support additional serial operation, simply add the syntax:

#include<SoftwareSerial.h> 

at the beginning of the arduino program. To test the digital pin is used as an RS232 serial communication channels, required-digital USB-Serial dongle. 

Posted in Arduino, Tutorial | Tagged , , | 2 Comments

Timer 2 interrupt event: TIMER2_OVF_vect

In this post, will describe how to use an interrupt event of timer2 using nano board. If you want a process that works in the background and separated from the function loop (), you can use timer2. Timer2 can be set as a timer with overflow mode. When timer2 overflow, certain vector address to be executed. In arduino, vector address to timer2 with overflow mode is TIMER2_OVF_vect.

Initialization of timer2

First you must initialize timer2 as timer overflow mode. To initialize timer2 use the following code:

The code to initialize timer2 can be explained as follows:

  1. At line 10 aims to disable timer2, so that does not work.
  2. At line 12 aims to set timer2 to become overflow during 10ms. 
  3. At line 13 aims to clear flag interrupt of timer2. Each 10ms this flag will be set and will execute address of interrupt: TIMER2_OVF_vect
  4. At line 14 aims to enable timer2 interrupt as overflow mode.
  5. At line 15 aims to set wave generator normal of timer2
  6. AT line 16 aims to set prescaler of timer2 to 1024

How to calculate time of overflow interrupt

The equation is: 

t = (1/F) * 1024 * (255 – R) * 1000 mS

F is frequency of microcontroler in Hz
R is value of TCNT2 register

For example timer overflow will generate every 10mS (t) dan F is 16000000MHz.

10 = (1/16000000) * 1024 * (255-R) * 1000
(255 – R) = (10 * 16000000)/(1024 * 1000)
(255 – R) = 156.25
R = 255 – 156.25 =  ~98 (decimal)

Routine of timer2 overflow interrupt

If the register is set to 98, the routine of timer2 overflow interrupt will be executed every 10ms. Address of vector interrupt is TIMER2_OVF_vect.

In this routine thing to do is to set TCNT2 = 98, so the routine is executed again every 10ms. Additionally TIFR2 set to 00, TIFR2 = 00.

Next, you can add the code in this routine, such as a counter or other variables. Make the code as short as possible, try the code created only manipulate variables.

Codes above can be explained as follows:

  1. Line 21 and 22, set timer2 counter to 10ms and reset timer2 interrupt flag.
  2. Line 24 to 28, change the logic of variable flag_led as toggle every 500ms, using variable flag_500ms as counter to get again time of 500ms.
  3. Line 24, check the flag_500ms whether zero. If zero is reached, flag_led will be invert (line 26). Next on line 27 refresh flag_500ms become value of 50 as time counter of 500ms.

Setup() and Loop() functions

The code of setup() and loop() functions be explained as follows:

  1. On setup() function, line 35 configure D2 to D9 as digital output. Line 36 setup the variable of flag_500ms = 50 for 500ms counter based on 10ms. Line 37 init the timer2 as timer overflow interrupt for time of 10ms.
  2. On loop() function, line 42 and 43 set D2 to D9 with logic 0/1 based on flag_led variable.

Demo

YouTube Preview Image

Posted in Arduino, Tutorial | Tagged , , | 4 Comments

Cara setting Radio Control pada simulator PhoenixRC

Program simulator PhoenixRC merupakan program yang cukup ringan untuk melatih pilot pesawat aeromodeling sebelum menerbangkan pesawat model yang sesungguhnya untuk mengurangi kecelakaan.

Untuk menggunakan simulator ini anda harus memiliki USB Dongle berfungsi untuk menterjemahkan data PPM dari Radio Control yang ditancapkan di konektor trainer biasanya ada dibelakang. 

Selain itu dongle ini berfungsi layaknya sebagai serial number dari software. PhoenixRC ini bisa terupdate secara otomatis, sampai saat ini saya telah mengupdate sampai versi 4.0.m.

Langkah-langkah yang harus dilakukan:

  1. Installah program simulator PhoenixRC
  2. Tancapkan USB dongle ke komputer, posisikan switch ke PhoenixRC
  3. Jalankan program PhoenixRC, jika minta update sebaiknya diupdateTancapkan kabel stereo ke port trainer pada Radio
    Selanjutnya jalankan program PhoenixRC, bila perlu diupdate jika minta harus diupdate. PhoenixRC saat ini yang terbaru adalah versi 4.0.m. PhoenixRC ini dapat melakukan update secara otomatis melalui jaringan internet, selama dongle anda terhubung dan dikenali dengan programnya. Sebelum anda memainkannya perlu untuk mengatur control yang anda miliki. Saya menggunakan radio remote kontrol FlySky dengan firmware ER9X. Mungkin anda menggunakan jenis radio dan firmware yang berbeda. 

Selanjutnya adalah mengkonfigurasi radio anda. Lakukanlah langkah-langkah berikut ini:

Jalankan program PhoenixRC akan tampil tampilan seperti berikut ini:

 Berikutnya anda perlu setup transmiter dengan mengklik menu System=>Setup New Trasmitter.

Baca petunjuk yang ditampilkan setiap anda mengklik tombol Next. Tekanlah tombol Next sampai tampilan menjadi sebagai berikut:

Posisikan semua stick ke tengah-tengah. Selanjutnya tekan tombol Next, akan muncul tampilan:

Gerakkan semua stick Throtle (kiri arah vertikal), Ruder (kiri arah horisontal), Elevator (kanan arah vertikal), Aileron (kanan arah horisontal). Stick ini adalah stick Mode 2. Semua stick digerakkan kearah maksimal yaitu atas-bawah, kiri-kanan. Amati kanal yang tampil setiap pergerakan stick. Ini tergantug pada konfigurasi radio anda. Pada radio saya Kanan 1,2,3,4 masing-masing adalah Throtle, Ruder, Elevator dan Aileron. Setelah itu tekan tombol Next, akan muncul tampilan sebagai berikut:

Gerakkan semua switch yang ada kearah belakang atau atas. Hal ini opsional, biasanya firmware mengkonfirmasi agar stick throtle ke arah bawah dan semua switch kondisi off yaitu kebelakang atau keatas. Selanjutnya tekan tombol Next dan akan muncul tampilan sebagai berikut:

Disini anda diberi kesepatan sekali lagi untuk mengecek ulang range dari stick apakah sudah benar dengan melihat secara grafik minimal dan maksimalnya sesuai dengan kondisi stick yang sebenarnya. Sekali lagi ingatlah kanal dari stick yang bersesuaian dengan Throtle, Ruder, Elevator dan Aileron. Tekan tombol Finish akan muncul:

Dengan munculnya tampilan diatas anda telah selesai mengklibrasi stick pada radio anda. Selanjutnya adalah membuat profile radio, tekanlah tombol Next selanjutnya akan muncul:

Pilihlah merek radio anda atau yang kompatibel dengan daftar yang ditampilkan. Kalau tidak ditemukan pilihlah “Custom” seperti radio yang saya miliki, Selanjutnya klik Next sampai muncul:

Disini bertujuan untuk memberi nama profile dari radio anda misalnya “FlySky-Radio”, untuk pertama kalinya pilih Quick Setup, kemudian tekan tombol Next akan muncul:

Arahkan seluruh stick ke posisi tengah, kemudian tekan tombol Next, akan muncul:

Disini anda diminta, stick yang mana yang akan digunakan untuk engine/throtle. Pada radio mode 2, throtle stick adalah dikiri arah atas/bawah. Gerakkan stick tersebut seharusnya merespon pergerakan dengan munculnya slider pada tampilan, kemudian tekan tombol Next akan muncul:

Disini menanyakan stick untuk kontrol collective, biasanya untuk helicopter, karena disini untuk fixwing yah samakan saja dengan sebelumnya kemudian tekan tombol Next, akan muncul:

Disini anda diminta untuk menggerakkan stick untuk kontrol ruder. Untuk Mode 2, gerakkan stick kiri ke arah kiri dan kanan, harus terjadi respon dengan munculnya slider. Tekan tombol Next akan muncul:

Disini anda diminta untuk menggerakkan stick untuk kontrol elevator, pada Mode 2 gerakkan stick kanan kearah atas dan bawah, sekali lagi harus ada respon. Tekan tombol Next akan muncul:

Disini anda diminta untuk menggerakkan stick kontrol aileron, pada Mode 2 adalah stick kanan kearah atas dan bawah. Tekan tombol Next, langkahi tampilan berikutnya sampai muncul tampilan:

Sampai disini anda sudah selesai mesetup radio anda dengan nama Profile “FlySky-Radio”.

Cobalah gunakan untuk terbang dengan memilih pesawat model fix-wing yang anda inginkan. Cek respon throtle, stick kiri digerakkan keatas maka rpm engine semakin naik. Jika terbalik, dapat anda balik di Radio anda atau di menu phoenixRC. Begitu pula stick elevator, jika stick kanan ke arah bawah, pesawat akan menaik, sebaliknya jika stick ke atas pesawat akan turun. Balik jika kondisi ini terbalik. Jika stick kanan digerakkan ke kanan, maka pesawat akan roll ke kanan. Jika stick kiri digerakkan kekanan maka pesawat akan berputar ke kanan. Tentu saja referensinya adalah seperti anda menaiki pesawat dan memandang kearah depan.

Selamat mencoba.

Posted in hobby, RC Model | Tagged , | 6 Comments

Board TINIWeb: web server

Dalam posting sebelumnya, telah dijelaskan secara dasar gambaran umum dari board ini. Board ini masih memiliki keunggulan mengenai network, selain bahasa pemrogramannya dapat dibuat dengan menggunakan java, C dan assembly. Kemampuan multitasking juga perlu mendapat acungan jempol karena prinsip kerjanya seperti OS Linux.

Persiapan setting firmware

Ada dua bagian firmware yang ada dalam board ini yaitu Slush dan TiniOS. Terakhir pengembangan versinya yang saya miliki adalah slush dan TiniOS versi 1.18. Sungguh beruntung saya masih menyimpannya dengan baik dan masih ada sampai saat ini. Slush merupakan firmware layaknya seperti firmware bootloader saat awal board bekerja. Sedangkan TiniOS merupakan sistem operasi yang mengadopsi seperti halnya linux namun minimalis.

Perangkat lunak yang diperlukan adalah:

  1. MTK merupakan singkatan dari Microcontroller Tool Kit yang dikeluarkan oleh Dallas Semiconductor. Perangkat lunak ini digunakan untuk meng-upload firmware dan konsole user menggunakan antarmuka secara serial RS232. Hal ini berguna jika board diaktifkan pertama kali karena koneksi TCP/IP belum ada, atau untuk mengupgrade firmware. Program MTK dapat anda download disini. Pilih salah satu versi yaitu 2.4.12 atau 2.4.14.
  2. Tini SDK berisi firmware slush dan TiniOS beserta library java ditulis oleh Dallas Semiconductor. Versi ini  harus sesuai dengan versi boardnya yaitu DS80C400 atau versi tini400. Silakan klik disini untuk mendapatkan Tini SDK tersebut.

Upload firmware

Sebagai persiapan awal, anda harus mengupload firmware slush dan tiniOS versi 1.18 ke board TINIWeb. Serial 0 dengan konektor DB9 dengan tanda “Loader Serial 0″ dihubungkan dengan RS232 komputer. Saya sarankan gunakan serial komputer PC, karena saya menggunakan USB to Serial dengan laptop tidak berhasil, entah kenapa. Catu daya yang dibutuhkan adalah 5VDC tidak boleh lebih, dan jumper DTR untuk reset bootloader harus dipasang.

Setelah anda memasang ke serial komputer (PC), biasanya kanal COM1 dan memasang catu daya 5V, jalankan program MTK kemudian setting sebagai berikut:

  1. Configurasi port dengan menggunakan menu: Options => “Configure Serial Port”. Setting kanal serial sesuai dengan kondisi komputer anda, baudrate 115200,8,n,1.
  2. Buka kanal serial dengan menggunakan menu: TINI(R)=>Open ComX……..
  3. Reset board dengan menggunakan menu: TINI(R)=>Reset
Akan muncul tampilan sebagai berikut:

Upload firmware slush_400.tbin dan tini.tbin

Untuk mengupload firmware gunakan menu: File=>Load file. Pilih file slush_400.tbin selanjutnya tini.tbin. File ini ada di direktori tini1.18\bin dari file yang anda download di link diatas, atau anda download disini.

…. bersambung …..

Posted in Hardware, Network | Tagged , , , | Leave a comment

Vinculum VDRIVE2: modul antarmuka USB Host untuk Flashdisk

Dengan adanya modul VDRIVE2 keluaran vinculum, memungkinkan mikrokontroler dapat membaca dan menulis data ke media penyimpan data flashdisk. Didalamnya ada firmware yang mengendalikan hubungan dengan flashdisk, sehingga antarmuka pembacaan dan penulisan data dengan mikrokontroler secara serial atau SPI. Dengan menggunakan modul ini mikrokontroler akan dapat melakukan operasi layaknya jika flashdisk ditancapkan ke komputer. Hanya saja flashdisk harus diformat terlebih dahulu menggunakan komputer dengan format FAT16 sebelum digunakan. Dengan demikian mikrokontroler dapat membuat direktori, menhapus direktori, menulis data dalam file dan lain sebagainya. Dalam sistem mikroprosesor dapat digunakan sebagai media penyimpan data yang dapat diubah-ubah isinya, misalnya sebagai datalogger.

Untuk mempelajari perintah-perintah yang dimengerti oleh modul ini, saya mengujinya dengan menghubungkan secara serial melalui USBtoSerial-TTL yang ditancapkan ke USB komputer. Kemudian dengan menggunakan program Hyperterminal dengan setting baud 9600,8,n,1 tanpa protokol handshaking, saya dapat mempelajari perintah-perintah sebelum diaplikasikan ke mikrokontroler.

Perintah yang diberikan secara serial merupakan perintah seperti dalam DOS (Disk Operating System), namun perintahnya banyak perbedaan. 

Anda tertarik dan membutuhkan modul ini ?

Silakan hubungi saya atau beri komentar, saya memiliki 10 modul untuk dijual kepada yang membutuhkannya.

Untuk mengetahui perintah-perintah dalam bentuk ASCII pada modul ini, silakan dibaca buku yang dapat anda download dibawah ini.

 

Download disini

 

Posted in Electronics, Elektronika, Hardware, Mikrokontroler | Tagged , | Leave a comment

Board TINIWeb: pengantar

Kali ini saya akan menjelaskan sebuah board keluaran Dallas Semiconductor yaitu TINIWeb. TINI merupakan merek dagang dari Dallas Semiconductor dengan kepanjangan Tiny InterNet Interface, sedangkan Web adalah berbasis Web. Sampai saat ini board tidak dikembangkan lagi, dan menurut saya merupakan board yang memiliki fitur yang banyak terutama untuk networking. Jadi sampai saat ini masih memiliki kesaktian untuk mengaplikasikan fitur network terutama berbasis web. Terdapat dua board yaitu: Board Utama dan Board Mikrokontroler.

Board Utama

Board ini terdiri dari sekumpulan konektor antara lain:

  1. Konektor catudaya DC 5V
  2. Konektor antar muka 1wire (antarmuka 1 kawat)
  3. Konektor Ethernet
  4. Konektor DB9 serial
  5. Konektor DB9 serial untuk loader
  6. Konektor untuk board mikrokontroler
  7. Beberapa konektor header untuk: CAN (Controller Area Network), merupakan antarmuka jaringan antar mikrokontroler. 
  8. Konektor header untuk SPI (Serial Parallel Interface)
  9. Serta komponen kosong untuk I/O menggunakan CPLD XILINX, anda dapat menambahkannya dengan menyolder secara langsung pada pad yang disediakan. 

Board Mikrokontroler

Board mikrokontroler ini berisi komponen utama mikrokontroler DS80C400 yang merupakan turunan dari mikrokontroler 8051. Dalam board ini telah dilengkapi dengan Flash EEPROM dan RAM.

Board ini tergolong belum jadul, karena semua fitur sangat lengkap, dilengkapi dengan OS seperti linux, jadi dapat melakukan eksekusi program secara multitasking. OS didalamnya dapat melakukan eksekusi secara paralel layaknya OS linux, dengan program dibuat dengan bahasa java, assembly,  dan C (keil). Koneksi networknya juga menunjang untuk koneksi web, ssh, telnet dan port lainnya tergantung program, karena berbasis TCP/IP.

Saya memiliki pasangan board yaitu board utama dan mikrokontroler sebanyak 12 pasang. Satu pasang saya gunakan untuk eksperimen, jadi tinggal 11 pasang yang menganggur dan siap untuk dijual kepada para pembaca blog saya. Jika berminat berikan comment pada halaman ini, pasti akan saya jawab.

Dalam posting disini, saya hanya memberikan gambaran tentang fitur-fitur yang ada dalam board ini, menurut saya belum ada tandingannya pada kelas yang sama.

Untuk lebih jelasnya mengenai spesifikasi dan fitur board TINI ini, ada baiknya jika anda membaca buku berikut ini sebagai gambaran mengenai board ini.

Download disini

Anda tertarik dengan board TINIWeb ini ?

Silakan berikan komentar, dan pada posting berikutnya akan saya tuliskan aplikasi-aplikasi kecil dari board ini.

Posted in Hardware, Network | Tagged , , , | 2 Comments

Memonitor gas buang pada mobil

Disini saya akan membahas bagaimana memonitor gas buang pada mobil dengan menggunakan lamda sensor seperti yang telah dibahas dalam 2 posting disini dan posting disini.

Saya memiliki sensor lengkap yaitu terdiri dari sensor, prosesor dan display. Alat ini bisa dipakai untuk keperluan aksesori mobil maupun untuk laboratorium. Untuk keperluan laboratorium alat ini menyediakan antar muka secara serial dan koneksi khusus untuk keperluaan data logger.

Alat ini dapat bekerja dengan sensor O2 keluaran BOSCH LSU-4.2, juga jenis keluaran baru 7052 maupun terbaru 7200. Dalam board terdapat fitur untuk membaca dua sinya analog 0-5V dan sinya RPM dari coil, disediakan khus untuk pengguna yang ingin membaca dua sensor analog seperti kecepatan, temperatur, sisanya adalah khusu untuk RPM yang dapat bekerja pada sinya coil 12V.

Alat ini memiliki spesifikasi sebagai berikut:

  • Dapat membaca λ = 0.61 (AFR = 9.0) to free-air. Dengan ketelitian  +/- 0.1 terhadap AFR 11 to 17.
  • Terdapat tegangan keluaran 0-5V untuk lebar bidang Differential WBlin 
  • Menggunakan sensor Bosch LSU 4.2 7057/7200 sensor (juga 6066).
  • WBlin dapat dikonfigurasi (9.5 bit DAC) dari AFR=9.0 ke udara bebas.
  • Terdapat tombo Auto-call untuk kalibrasi sensor dalam udara bebas.
  • NBsim narrowband (7.5 bit configurable) output. Terdapat keluaran NBsim narrowband (7.5 bit/bisa dikonfigurasi)
  • Terdapat dua masukan analog 0-5V dengan rate sampling sampay 40/detik.
  • Terdapat masukan RPM yang diperoleh dari Tacho atau ECU untuk data logger.
  • PULSE input from VSS sensor or cruise control for logging. Terdapat masukan bentuk pulsa dari sensor VSS.
  • Bekerja pada tegangan aki mobil 10.5 to 19.5 Volt (sampai 3A)
  • Cover Fibreglass.
  • Memiliki keluaran serial RS232.

Posted in Sensor | Tagged , | 2 Comments

Arduino Tutorial: Digital scale

In the previous post has been written about the calibration of load cell sensor for measuring the thrust ofpropeller and the motor/engine. In a posting has been found a constant magnitude of the sensor output voltage per gram about 0.267012014. So every 1 gram increase in weight of load will raise the output voltage of the sensor about 0.267012014 mV.

In my project, this output voltage must be converted into digital numbers using the ADC on the Arduino Nano. Henceforth, the data is sent serially to the PC to be displayed in the monitor. PC programs used in visual basic 6. As a development, in terms of measuring the thrust, required the measurement results are presented in graphical form.

What about the working principle of the Arduino program ?

  1. At just the Arduino turn on, will assume the load is 0.
  2. Arduino will sent periodically value of ADC to the PC every 200mS.
Posted in aeromodelling research, Electronics, instrumentation project | Tagged , , | Leave a comment

A simple calibration of load cell amplifier using loadcell 15Kg

As written in previous posting, I will design and make a test equipment to measure the thrust of propeller and the motor/engine in aeromodelling parts. This measure will help to design rc model, such as fixed wing and multicopter. Before designing a total airframe, need to know first the characteristics of the motor/engine and matching propeller size. I used the load cell with specifications was written on this posting. My load cell is 15Kg of full scale with output voltage about 2mV/V. I used the amplifier capable to gained up to 1000x with source 5V for load cell reference voltage. This mean will give output about 10mV in full scale of 15Kg load.

How to a simple calibrate  ?

Since I do not have the standard weight of high-priced, this way is simple to use a digital scale which has an accuracy of about 0.1gram and can measure up to 1Kg. Next, weigh any load with digital scale, record the result. Then move to the load cell and measuring with a digital voltmeter on the load cell amplifier output voltage.

Photo of digital scale Photo of Load cell
362.2 gram 105.1 Volt
 528.5 gram  151.8 Volt
 63.5 gram  19.8 volt
 275.9 gram  80.7 volt
 34.1 gram  11.7 volt
14.7 gram 6.1 volt
30.2 gram 10.6 volt
130.2 gram 39.1 volt
40.4 gram 13.2 volt
101.2 gram 30.7 volt

Plot data using SCILAB

The commands to plot the datas using SCILAB as follow:

->weight = [362.2,528.5,	63.5,275.9,34.1,	14.7,30.2,130.2,	40.4,101.2]
 weight  =
 
    362.2    528.5    63.5    275.9    34.1    14.7    30.2    130.2    40.4    101.2  
 
->volt=[105.1,151.8,19.8,80.7,11.7,6.1,10.6,39.1,13.2,30.7]
 volt  =
 
    105.1    151.8    19.8    80.7    11.7    6.1    10.6    39.1    13.2    30.7  
 
->size(weight)
 ans  =
 
    1.    10.  
 
->size(volt)
 ans  =
 
    1.    10.  
 
->plot(weight,volt,'ro-.')
 
->xgrid
->title("Loadcell amplifier calibration")
 
->xlabel("Load (gram)")
 
->ylabel("Loadcell amplifier output (mV)")

Will result a graph as follow:

How much’s the output voltage of amplifier at zero load ?

On zero load output voltage at zero load is 2.8mV. My amplifier can not adjust to 0.0 volt, because there null offset voltage. On arduino using 10bit adc with 5V ref, will convert into (2.8/5000)*1024 =  0.57344 less than 1, or will known as 0 decimal.

How to calculate voltage per Kg or mV/Kg ?

From the above data, I would find the average value using Microsoft Excel, will be obtained as follows:

 

So output voltage of amplifier will be: 0.267012014 mV/gram or 267.012014 mV/Kg.

The output amplifier according to specifications from 0 up to 4.3 volts. So that the maximum load that can be read are: 4300/267.012014 = 16.104Kg, near specification of loadcell about 15Kg.

Posted in aeromodelling research, Electronics, instrumentation project | Tagged , , | 2 Comments

Servo BMS-385DMAX on tricopter replaced with MG945 servo

Tail servo on tricopter using airframe of version 3 , which has been written here,  actually can not work normally because of an accident as I have written here. I’ve replaced the servo of BMS-385DMAX with the MG945 servo from towerpro. 

Actual size of the servo is too big and strong torque. But since I have had it before, I have to put it on tricopter. I still maintain to use a mechanical thrust vector system, because it has proven very robust and sturdy. This mechanical system uses direct coupling. Later I will add the coupling between the servo and mechanical axis, servo axis is not easy to shake. Thus if an accident occurs on the tail tricopter, the servo will not be exposed to strong pressure.

Direct coupling of Tail servo mechanical system 

Action at low altitude flying

Replacing tail servo of tricopter

TowerPro MG945 servo

Posted in Multicopter, Multicopter Frames, tricopter | Tagged , , | Leave a comment