Belajar arduino: board tanpa bootloader

Isi materi ini ditujukan untuk berbagi ilmu pengetahuan kepada semua pengunjung blog ini.
Silakan digunakan untuk kepentingan proses pembelajaran untuk mencerdaskan bangsa ini dengan tidak lupa menyebutkan sumbernya.
Namun yang harus dihindari adalah: mengambil isi dengan mengakui sebagai haknya, mengambil isi untuk tujuan komersialisasi.
Semua tergantung kepada hati-nurani, jika terjadi saya berkewajiban mengingatkan para plagiator. Biasakan sesuatunya terlahir dari tangan anda, itu menunjukkan bahwa anda ada dan anda diberi hidayah sebagai ciptaanNya yang paling mulia untuk memberikan manfaat di dunia ini. Biasakanlah memberikan manfaat kepada orang lain, dan jangan membiasakan memanfaatkan orang lain.

Kali ini saya akan berbagi pengalaman tentang bagaimana board arduino tanpa menggunakan bootloader.  Sebenarnya bootloader yang ditanamkan dalam board arduino adalah program kecil yang berfungsi untuk mengupload (memprogram flash) secara serial dengan menggunakan protokol serial RS232. Hal ini awalnya untuk membuat mudah para pengguna didalam mengupload hasil kompilasi dalam IDE arduino. Oleh karena itu mengapa pada umumnya board arduino aslinya disisipkan piranti untuk mengubah USB ke serial, sehingga menjadi sangat sederhana tinggal menancapkan board arduino ke saluran USB komputer.

Namun sejak versi IDE arduino 1.0.0,  sudah dilengkapi fasilitas menu “Upload Using Programmer”. Menu bisa anda klik File->Upload Using Programmer,  atau bisa menggunakan shortcut Ctrl+Shift+U. Program hasil kompilasi akan diupload ke board arduino melalui piranti pemrograman sesuai dengan pilihan di menu Tools->Programmer->{pilih sesuai dalam pilihan}. Dengan cara ini bootloader tidak lagi diperlukan karena pasti akan diisi dengan nilai FF alias dihapus. Penulis mencoba dengan menggunakan programmer USBasp yang meggunakan pin MISO, MOSI, SCK dan RESET pada ATmega328. Sebenarnya hanya menambahkan 1 kabel saja, kalau secara serial RS232 menggunakan:  TX, RX, RESET. Kecepatannya akan lebih cepat menggunakan cara ini, sehingga akan menghemat waktu pengembangan aplikasi mikrokontroler.

 

 

 

Last updated by at .

Avatar of Bambang Siswoyo

About Bambang Siswoyo

I am a college lecturer since 1988 at UB (University of Brawijaya) in the electronics department. My experience: Applications of Microprocessor system, Applications of Control System, Applications of Field Programmable Gate Array, Computer Programming in computer instrumentations. My hobby: Music especially playing the saxophone, hiking and exploring the countryside.
This entry was posted in Arduino, Elektronika, Mikrokontroler and tagged , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CAPTCHA Image

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title="" rel=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>