Sensor O2 gas buang hasil pembakaran pada mesin bakar: teori

Sensor oksigen (O2) seperti yang diperlihatkan dalam gambar dibawah ini, saat ini semakin diperlukan karena semakin bertambahnya emisi gas buang yang dapat merusak lingkungan. Dan menyebabkan diperlukannya konverter katalik untuk mengusahakan emisi gas buang menjadi ramah lingkungan. Satu buah gas sensor O2 diletakkan pada percabangan sebelum konverter katalik biasaya sesudah katup buang pada mesin bakar. Selanjutnya sensor O2 kedua kadang diperlukan untuk diletakkan pada sistem saluran gas buang (exhaust system) sesudah konverter katalik dari mesin bakar untuk mendapatkan performansi yang optimum. Informasi yang diperoleh dari sensor menunjukkan seberapa sempurna dari proses pembakaran didalam ruang bakar pada mesin bakar yang sedang dihidupkan. Pembacaan yang omptimum diperoleh ketika perbandingan dari udara dan bahan bakar sebesar 14.7/1. Rasio stoichiometric antara “udara/bahan bakar”  adalah 14,7kg udara dengan 1kg gasoline secara teoritis adalah pembakaran yang paling sempurna.

Faktor kelebihan udara atau rasio udara (λ), menunjukkan deviasi dari rasio udara/bahan bakar yang sebenarnya dari
secara teoritis yang diperlukan rasio tersebut.  λ = (sebenarnya disebabkan massa udara)/(kebutuhan udara teoritis).

Salah satu sensor keluaran BOSCH tipe LSU4.2 dalam gambar atas, dapat digunakan untuk membaca membaca λ dari hasil pembakaran pada saluran gas buang dari mesin bakar. Saya memiliki sensor tersebut lengkap dengan kontroler dan penampilnya. Jika anda membutuhkan silakan kontak saya melalui email, dengan subyek “LAMDA SENSOR”.

Dalam gambar disamping diperlihatkan 3 kurva dari 3 skenario untuk menekan emisi gas buang yaitu:

  1. tidak menggunakan katalis.
  2. menggunakan katalis.
  3. menggunakan sensor λ.

Variasi dari hasil rasio yang optimal dalam berbagai tingkatan
emisi yaitu:

  1. Kelebihan bahan bakar akan menghasilkan pembentukan hidrokarbon (HC) dan karbon monoksida (CO).
  2. Udara berlebih dapat menyebabkan peningkatan kadar nitrogen oksida (NOx).

Sensor oksigen atau sensor λ dapat mengidentifikasi setiap variasi dari rasio ideal dari “udara/bahan bakar”
dan mengirim sinyal ke sistem manajemen mesin untuk
mengatur proses pengapian dan injeksi.
Catalytic converter mampu mengurangi HC, CO, NOx dan emisi lebih dari 98% yang memberikan mesin beroperasi dalam kisaran pencar sangat sempit (<1%) berpusat sekitar rasio udara/bahan bakar stoikiometri. Sebuah sistem kontrol loop tertutup yang bergantung pada sirkuit kontrol loop tertutup untuk menjaga agar campuran udara/bahan bakar yang optimal secara konsisten dalam rentang yang dikenal sebagai jendela katalis adalah strategi terbaik.

 

 

Last updated by at .

Avatar of Bambang Siswoyo

About Bambang Siswoyo

I am a college lecturer since 1988 at UB (University of Brawijaya) in the electronics department. My experience: Applications of Microprocessor system, Applications of Control System, Applications of Field Programmable Gate Array, Computer Programming in computer instrumentations. My hobby: Music especially playing the saxophone, hiking and exploring the countryside.
This entry was posted in Sensor and tagged , , . Bookmark the permalink.

4 Responses to Sensor O2 gas buang hasil pembakaran pada mesin bakar: teori

  1. Benny Tarigan says:

    Pak Bambang, saya perlu o2 sensor untuk mobil Honda Odyssey RA6, mesin F23A.
    O2 sensor 4 kabel.
    Berapa harganya dan merk apa (produk ?)
    Bisa dikirim?, lokasi saya di Jakarta
    Terima Kasih

  2. giono says:

    Pak brp no telp yg bisa di hubungi?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CAPTCHA Image

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title="" rel=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>