Cipta Rasa Karsa: wujud keberadaannya secara umum

Posting kali ini merupakan kelanjutan dari posting sebelumnya tentang istilah-istilah yang terkait dengan cipta, rasa dan karsa.

Kita sebagai manusia merupakan ciptaan Tuhan YME yang memiliki derajad paling tinggi diantara semua ciptaanNya di dunia ini, demikianlah yang disebut dalam kitab-kitab Agama yang dibawa oleh para Rosulnya.

Namun kita wajib untuk mengetahuinya tentang pernyataan dalam kitab-kitab Agama dengan mengkaji pada diri kita sendiri. Sudah barang tentu sulit mengkaji diri sendiri, dan bahkan lebih gampang mengkaji diri orang lain. Itulah kenyataan hidup bahwa, mengomentari diri orang lain lebih mudah daripada mengomentari diri sendiri.

Mengapa demikian ?

Saya dapat menjawab secara sederhana, karena mengomentari orang lain ada dua hal yang berbeda yaitu si komentator dan si obyek merupakan dua wujud manusia yang berbeda. Sehingga dengan mudah membaca, mengkaji, menganalisa, bahkan memberikan kesimpulan, karena obyeknya memang benar-benar nyata berada diluar para si komentator.

Lain halnya dengan mengkaji diri sendiri, si komentator dan si obyek berada dalam fisik yang sama yaitu diri kita sendiri. Sudah barang tentu sangat-sangatlah sulit untuk dilakukan karena keduanya lekat dalam diri. Menjadi gampang bila dilakukan, diamati, dikaji hikmah-hikmah yang terjadi. Dengan demikian maka akan terlihat dan dapat dinyatakan dalam diri, bahwa terdapat dua bagian yang kasat mata yaitu si komentator dan si obyek. Sudah barang tentu si komentator kedudukannya lebih tinggi dari si obyek.

Agar tidak melenceng kemana-mana, saya akan kembali ke topik utamanya yang amat penting yaitu Cipta Rasa Karsa wujud keberadaannya secara umum. Saya katakan secara umum, karena sudah barang tentu Manusia Dewasa semuanya akan dapat merasakannya dan dapat denga mudah ditelaah penomenanya.

Agar lebih mudah dipahami tentang wujud keberadaan Cipta Rasa dan Karsa secara umum, digambarkan wujud manusia dimana bagian-bagiannya merupakan perlambang keberadaan Cipta Rasa Karsa itu sendiri. Dalam gambar wujud fisik manusia dapat dibagi menjadi 3 bagian secara umum yaitu:

  1. Kepala
  2. Dada
  3. Tangan dan Kaki.

Bagian-bagian ini merupakan perlambang secara fisik dari keberadaan Cipta Rasa dan Karsa tersebut. Sudah barang tentu, cipta rasa dan karsa ini bersemayam secara kasat mata dalam tiga bagian tersebut diatas. Dengan demikian sebenarnya Cipta Rasa dan Karsa adalah bukan materi akan tetapi non-materi yang bersemayam dalam materi.

Namun perwujudan sesungguhnya manusia itu sendiri hanya  mengetahui secara penomena atau dalam bentuk gejala-gejala  yang pada akhirnya bisa dinyatakan oleh si pelaku kehidupan itu sendiri. Artinya keberadaan cipta rasa karsa itu keberadaannya terbalut atau terbungkus oleh badan kasar kita. Untuk mengetahui keberadaannya, tentunya kita harus melakukan laku kehidupan secara nyata tanpa ada paksaan atau bahasa arabnya ikhlas, agar keberadaan dari cipta rasa dan karsa tersebut tergelar atau kawedar sesuai dengan kenyataan sesungguhnya.

Jika dilakukan secara sadar dengan landasan keikhlasan, maka keberadaannya akan tergelar secara apa-adanya, sebaliknya jika dipaksakan akan muncul cipta rasa karsa yang memiliki distorsi sehingga sulit dan bingung membedakan ketiganya. Akhirnya akan memunculkan perilaku yang berakhir dengan perilaku “ada-apanya”, bukannya perilaku “apa-adanya”.

Cipta

Pernahkah anda berangan-angan ?

Tahukah anda dari mana, dimana dan bagaimana  angan-angan anda mulai muncul ?. Ini adalah suatu pernyataan berat yang harus dijawab, padahal anda setiap hari boleh dikatakan bergelimang dengan angan-angan tanpa anda sadari sendiri, tiba-tiba muncul dalam diri anda.

Itulah awal dari sebuah kekuatan hidup dari Cipta, terbukti cipta memiliki hidup dan memiliki kehidupan sendiri. Setiap manusia bisa beragam kondisi kemunculannya bisa mucul tanpa disadari, disadari namun dianggap biasa, disadari  dengan penuh kehati-hatian, disadari dengan pengkajian yang mendalam atau tangapan-tanggapan lainnya.

Pernahkah anda berpikir ?

Sebenarnya proses berpikir biasanya diawali dengan berangan-angan, atau terbesit sebuah gambaran dalam pikiran anda untuk dilanjutkan dengan proses berpikir. Sudah barang tentu proses berpikir haruslah anda sadari, karena proses tersebut adalah proses yang harus dilalui dan wahananya melalui otak yang ada dikepala kita.

Suatu pertanyaan berat jika dialamatkan sebuah pertanyaan sebenarnya proses berpikir itu dimulai dari mana ?. Banyak kalangan orang tidak menyadari tentang proses berpikir yang dialaminya. Sehingga seakan secara tiba-tiba berpikir begitu saja. Atau bahkan selain tidak menyadarinya proses berpikir yang timbul kemudian dilanjutkan dengan aksi untuk mengakualisasi proses berpikir yang timbul, baik secara oral maupun secara tidak-laku.

Dalam penggambaran kali ini adalah wujud keberadaan cipta pada umumnya secara nyata dapat dikatakan berada pada otak di kepala manusia. Otak mendapatkan sensor motorik melalui panca-indera yang terhubung kepada otak dikepala kita. Saya katakan sebagai sensor motorik karena bekerja secara penomena fisik, yaitu Mata, Telinga, Hidung dan Mulut. Secara nya terdapat 4 macam sensor motorik di kepala kita.

Dari penjelasan diatas, artinya kita akan dapat melakukan proses cipta yang diawali dengan angan-angan, kemudian dilanjutkan dengan proses berpikir, dan pada akhirnya adalah proses tindak-laku secara nyata yang dilakukan oleh Kaki dan tangan kita sendiri (Karsa).

Rasa

Dalam penjelasan gambar diatas, rasa bersemayam dalam dada manusia. Sebagian orang mengatakan dalam hati manusia. Namun manusia yang mengalami patah-hati, akan mengatakan  “sakit hatiku, rasanya hidup seperti tak bermakna” atau kata-kata lainnya. Jika diminta ditunjukkan bukanlah hati yang ditunjukkan melainkan dada di sebelah kiri yaitu “jantung kita”. Sampai sekarang masih dikatakan sebagai hati namun yang dirasakan ada dijantung. Rasa juga merupakan hal yang kasat mata, menurut pengalaman saya itu bersemayam dalam dada yang bekerja tanpa dapat kita kendalikan alias bekerja secara independent dan rutin (bagi orang awam) seperti: Hati, Jantung, Alat-alat Pencernaan, semuanya berada dalam rongga dada. Inilah suatu hikmah penggambaran tentang hidup yang oleh Tuhan YME diperintahkan harus dikaji makna yang sesungguhnya.

 

… masih akan dilanjutkan

Last updated by at .

Avatar of Bambang Siswoyo

About Bambang Siswoyo

I am a college lecturer since 1988 at UB (University of Brawijaya) in the electronics department. My experience: Applications of Microprocessor system, Applications of Control System, Applications of Field Programmable Gate Array, Computer Programming in computer instrumentations. My hobby: Music especially playing the saxophone, hiking and exploring the countryside.
This entry was posted in filsafat and tagged , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CAPTCHA Image

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title="" rel=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>