Last updated by at .

Monthly Archives: March 2012

Aktifitas Skripsi: Aditia Oktomario N. (0710633022)

Judul Skripsi

  Pengontrolan aileron sebagai rolling stabilizer pada pesawat model dengan menggunakan sensor gyroscope *) topik skripsi

Aditia Oktomario N.,  NIM: 0710633022

Pembimbing: Dr. Ir. Erni Yudaningtyas, MT., Ir. Fitriana Suhartati, ST, MT.

Merupakan penelitian mandiri dengan biaya sendiri, diwujudkan menjadi topik skripsi dengan susunan peneliti:

Peneliti Utama : Ir. Bambang Siswoyo, MT.
Anggota Peneliti : Aditia Oktomario N.
Proposal disetujui : 25 Nopember 2011
Seminar Hasil : -
Selesai : -
Ujian Komprehensip : -

Latar belakang pemikiran penelitian

Pesawat model sayap tetap (fix wing) merupakan pesawat yang memiliki sayap secara tetap dengan bentuk tertentu. Untuk membuat daya angkat pada sayap, sayap memiliki bentuk airfoil yang akan membuat daya angkat untuk setiap sudut terhadap aliran angin pada sayap. Pesawat jenis ini merupakan pesawat yang memiliki keamanan yang tinggi, karena daya dorong diperoleh dari dua bagian yaitu daya dorong mesin dalam hal ini propeler dan daya angkat dari sayap tetap. Namun dalam penerbangan di udara, kadangkala terdapat gangguan yang menerpa sayap seperti halnya adanya dorongan angin secara menyilang (cross wind) tegak lurus terhadap fuselage. Gangguan “cross wind” ini akan mengakibatkan pesawat melakukan roll yang sangat berbahaya.

Untuk menjaga kesetimbangan gerakan roll setiap adanya gangguan (unwanted roll), diperlukan sebuah sistem kontrol yang memberikan gerakan roll lawan dengan menambah sudut aileron kearah yang berlawanan. Sistem kontrol ini pada pesawat model biasanya diaktifkan bila ada angin pada saat penerbangan, sehingga akan membantu pilot agar pesawat tetap mudah dikendalikan melalui radio control. Untuk itu bisanya disediakan kanal radio secara khusus untuk dapat mengaktifkan atau menon-aktifkan sistem stabilisasi aileron ini. Sistem kontrol ini diterapkan pada pesawat EXTRA300S dengan menempatkan dibawah fuselage disekitar CG. Sebagai umpan balik digunakan chip gyro enc-03.

Solusi Penelitian

Rekayasa rancang-bangun alat ini memiliki arsitektur secara blok diagram diperlihatkan sebagai berikut:

©Design dan perancangan: Bambang Siswoyo, 2010

Cincopa WordPress plugin


Posted in skripsi | Tagged , | Leave a comment

Sensor O2 gas buang hasil pembakaran pada mesin bakar: disain

Sensor oksigen dalam gambar berikut ini adalah sel yang mengkonsentrasikan oksigen secara galvanik dengan elektrolit padat. Elektrolit padat adalah keramik dioksida kedap zirkonium distabilkan dengan oksida itrium. Hal ini terbuka di satu ujung dan tertutup pada yang lain.

Kontruksi sambungan pada kedua permukaan dalam dan luar adalah  elektroda platinum permeabel dengan gas. Elektroda platinum pada bagian luar sebagai katalis miniatur untuk mendukung reaksi dalam gas buang yang masuk dan menjadikan ke keadaan keseimbangan stoikiometri. Sisi yang terkena gas buang juga memiliki lapisan keramik berpori (Spinell coating) untuk melindungi terhadap kontaminasi.

Sebuah tabung logam dengan slot yang banyak menjaga badan keramik tahan terhadap pukulan dan guncangan termal. Rongga dalam adalah terbuka terhadap atmosfir yang berfungsi untuk memberikan unit  gas referensi. Operasi dari dua sensor didasarkan pada prinsip Nernst. Sensor dari bahan keramik akan mengantarkan  ion oksigen pada suhu 350oC dan di atas. Disparitas tingkat oksigen di sisi masing-masing sensor akan menghasilkan dengan membangkitkan tegangan listrik diantara dua permukaan. Tegangan ini berfungsi memberikan indeks dari seberapa banyak kadar oksigen yang bervariasi pada
dua sisi sensor.

Sejumlah sisa oksigen dalam knalpot berfluktuasi secara tajam dalam menanggapi variasi dalam
induksi campuran dari udara/rasio bahan bakar. Oksigen peka dalam hal membangkitkan tegangan yang berkisar antara 800 sampai 1000 milivolt untuk campuran yang kaya, menurun sampai 100 milivolt untuk campuran miskin. Transisi dari campuran  kaya ke campuran miskin berada pada kisaran 450-500 milivolt. Penjelasan gambar disamping adalah:

  1. Lapisan keramik (Ceramic coatings).
  2. Elektroda (Electrodes).
  3. Kontak (Contacts).
  4. Rumah kontak (Housing contacts).
  5. Pipa knalpot (Exhaust pipe).
  6. Perisai keramik (Ceramic support shield)(porous).
  7. Gas buang (Exhaust gas).
  8. Udara ambien (Ambient air).
Posted in Sensor | Tagged , , | Leave a comment

Sensor O2 gas buang hasil pembakaran pada mesin bakar: teori

Sensor oksigen (O2) seperti yang diperlihatkan dalam gambar dibawah ini, saat ini semakin diperlukan karena semakin bertambahnya emisi gas buang yang dapat merusak lingkungan. Dan menyebabkan diperlukannya konverter katalik untuk mengusahakan emisi gas buang menjadi ramah lingkungan. Satu buah gas sensor O2 diletakkan pada percabangan sebelum konverter katalik biasaya sesudah katup buang pada mesin bakar. Selanjutnya sensor O2 kedua kadang diperlukan untuk diletakkan pada sistem saluran gas buang (exhaust system) sesudah konverter katalik dari mesin bakar untuk mendapatkan performansi yang optimum. Informasi yang diperoleh dari sensor menunjukkan seberapa sempurna dari proses pembakaran didalam ruang bakar pada mesin bakar yang sedang dihidupkan. Pembacaan yang omptimum diperoleh ketika perbandingan dari udara dan bahan bakar sebesar 14.7/1. Rasio stoichiometric antara “udara/bahan bakar”  adalah 14,7kg udara dengan 1kg gasoline secara teoritis adalah pembakaran yang paling sempurna.

Faktor kelebihan udara atau rasio udara (λ), menunjukkan deviasi dari rasio udara/bahan bakar yang sebenarnya dari
secara teoritis yang diperlukan rasio tersebut.  λ = (sebenarnya disebabkan massa udara)/(kebutuhan udara teoritis).

Salah satu sensor keluaran BOSCH tipe LSU4.2 dalam gambar atas, dapat digunakan untuk membaca membaca λ dari hasil pembakaran pada saluran gas buang dari mesin bakar. Saya memiliki sensor tersebut lengkap dengan kontroler dan penampilnya. Jika anda membutuhkan silakan kontak saya melalui email, dengan subyek “LAMDA SENSOR”.

Dalam gambar disamping diperlihatkan 3 kurva dari 3 skenario untuk menekan emisi gas buang yaitu:

  1. tidak menggunakan katalis.
  2. menggunakan katalis.
  3. menggunakan sensor λ.

Variasi dari hasil rasio yang optimal dalam berbagai tingkatan
emisi yaitu:

  1. Kelebihan bahan bakar akan menghasilkan pembentukan hidrokarbon (HC) dan karbon monoksida (CO).
  2. Udara berlebih dapat menyebabkan peningkatan kadar nitrogen oksida (NOx).

Sensor oksigen atau sensor λ dapat mengidentifikasi setiap variasi dari rasio ideal dari “udara/bahan bakar”
dan mengirim sinyal ke sistem manajemen mesin untuk
mengatur proses pengapian dan injeksi.
Catalytic converter mampu mengurangi HC, CO, NOx dan emisi lebih dari 98% yang memberikan mesin beroperasi dalam kisaran pencar sangat sempit (<1%) berpusat sekitar rasio udara/bahan bakar stoikiometri. Sebuah sistem kontrol loop tertutup yang bergantung pada sirkuit kontrol loop tertutup untuk menjaga agar campuran udara/bahan bakar yang optimal secara konsisten dalam rentang yang dikenal sebagai jendela katalis adalah strategi terbaik.

 

 

Posted in Sensor | Tagged , , | 4 Comments

OSRC Open Source Remote Control

The OSRC main unit
This new open source radio transmitter system from OSRC looks very interesting. It a full product range based on a main unit that can be extended with many add-on products.
Maybe you have seen the OSRC concept at indigogo before.
Now… Continue reading

Posted in Equipment, RC, Transmitter | Comments Off

My design of tricopter frame

This is an article about frame design for tricopter. My creativity is in the form of a new design tricopter frame, made of aluminum, box and pipe.  I combine the two ways to remove the assembly from the frame tricopter, by folding and by taking off parts.

This is my first experience playing with tricopter, had never flown. I ventured to make from scratch by reading theory, video, and the experience of others.

This frame design has the distance between the motor and the center of the frame about 55cm. So it is a large category of tricopter frame.

If frame in condition of disassembled, tail arm can be folded into front and two arms of front motor can be pulled as two separated arm parts. Also three landing gear can be opened by loosen of three screw.

First Setup

This is my first experience making tricopter. This tricopter design is a combinations of aluminum, wood, steel wire and kid baseball as landing gear.

My setup as follow:

  1. Length of motor axel to center is modified about 50cm.
  2. Batery Lipo 2200mAH.
  3. Controller KKBoard ver. 3.0 (Atmega 328).
  4. ESC 3x Tower Pro Magnum 18A, reflashing.
  5. Motor 3x DT750, 750Kv.
  6. 3x propeller 11×4.7.

Tricopter is too heavy

My design is to heavy about 1450 gram.  The total thrust is approximately 3x1200gram = 3600 grams. Will raise approximately (1450/3600) * 100 = 40.3% of maximum thrust. Current will flow when lift is approximately (18Ampx3) * 40.3% = 21Amp. It is assumed that the maximum thrust of each motor will absorb the current 18A.

I hope the approximate calculation is correct, this tricopter will be able to fly even though only a few minutes.

If the tricopter weight of 1450gr can hover, I will reduce the weight of the frame to a minimum, but still sturdy.

Current’s Hover of my heavy tricopter frame

I measure the total flow, while tricopter hover at about 14Amp. The difficulty is producing lift the motor to be balanced. I suspect when reflash ESC towerpro mag8, tp_nfet.hex firmware versions are different versions. Or has one propeller CCW (front left) has different characteristics and have the most powerful thrust.

This Tricopter hover on the condition of 50% of the throtle. At full throtle, has a strong lift. I try with the help of hand-held with tricopter is above the head. I can loosen the grip and let go of the hand quickly, tricopter can fly, but still not balanced.

These experiments use a gain of 1/2 to 3 potentiometer.

Posted in hobby, Multicopter Frames, RC Model, tricopter | Tagged , , , | 2 Comments

Quadcopter pertamaku

Hobi aeromodelling memang sangat menyenangkan, memiliki hubungan dengan dengan berbagai ilmu terutama elektronika kontrol. Elektronika kontrol merupakan komptensi saya yang terakhir, banyak melibatkan bidang elektronika, mikroprosesor, programming, sensor. Semua itu sudah aku lalui baik secara teori maupun praktek, terutama microprocessor system hardware dan programming.

Quadcopter ini merupakan pesawat model pertama buatanku yang digolongkan pada multicopter atau multirotor. Frame dibuat dari papan multiplek dilem dengan menggunakan lem epoxy. Frame memiliki berat sekitar 75gr dalam kondisi kosong. Sedangkan berat motor keseluruhan sekitar 23grx4 = 92gr atau sekitar 1ons.

Total berat frame, 4 motor dan 4 esc sekitar 200gr. Nantinya total berat quadcopter ini berharap tidak lebih dari 350gr. Dari hasil uji coba, setiap motor dengan konfigurasi propeller 6×3 memiliki thrust sekitar 250gr sehingga total thrust menjadi 1kg. Quadcopter akan dapat melakukan hover sekitar (350/1000)x100% = 35% dari total thrust. 65% berikutnya dari throtle digunakan sebagai manuver dari quadcopter.

Setiap motor memiliki karakteristik 2400kV, sehingga maksimal rpm sebesar 16800rpm dengan menggunakan LIPO 2 sel. Dimensi quadcopter ini memiliki jarak antara motor sebesar 450mm. Jadi quadcopter ini merupakan mini quadcopter. Batery yang akan digunakan memiliki kapasitas 1000mAH. Maksimum arus setiap motor adalah 4,5A, jadi maksimal total arusnya adalah 18A=18000mA. Diharapkan lama terbangnya menjadi: 1000/18000 jam = 3,3 menit, dibulatkan sekitar 3menit. Namun ini saya coba arus daya angkat adalah setiap satu lengan, bukan keseluruhan, mengingat sampai saat ini saya masih menunggu kelengkapan propeller 6×3.

Cincopa WordPress plugin


masih akan dilanjutkan….

Posted in hobby, RC Model | Tagged , | 27 Comments

Handmade ornament art of cross stitch: landscape of house on the mountain

For Sale

Condition: New, For price email me: bsiswoyo@ub.ac.id with subject: “ART”

For any questions: please send comment to this post / quantity: 1

Item ready: Malang, East Java, Indonesia

This artwork is handmade by my wife. Image is landscape of house on the mountain.

Specifications:

  1. Picture size: Width 90cm, Height: 70cm
  2. Frame size: Width 107Cm, 87Cm
  3. Using acrylic yarn.
  4. Frame made from wood.

Cincopa WordPress plugin


Posted in for-sale | Tagged , | Leave a comment

Cipta Rasa Karsa: wujud keberadaannya secara umum

Posting kali ini merupakan kelanjutan dari posting sebelumnya tentang istilah-istilah yang terkait dengan cipta, rasa dan karsa.

Kita sebagai manusia merupakan ciptaan Tuhan YME yang memiliki derajad paling tinggi diantara semua ciptaanNya di dunia ini, demikianlah yang disebut dalam kitab-kitab Agama yang dibawa oleh para Rosulnya.

Namun kita wajib untuk mengetahuinya tentang pernyataan dalam kitab-kitab Agama dengan mengkaji pada diri kita sendiri. Sudah barang tentu sulit mengkaji diri sendiri, dan bahkan lebih gampang mengkaji diri orang lain. Itulah kenyataan hidup bahwa, mengomentari diri orang lain lebih mudah daripada mengomentari diri sendiri.

Mengapa demikian ?

Saya dapat menjawab secara sederhana, karena mengomentari orang lain ada dua hal yang berbeda yaitu si komentator dan si obyek merupakan dua wujud manusia yang berbeda. Sehingga dengan mudah membaca, mengkaji, menganalisa, bahkan memberikan kesimpulan, karena obyeknya memang benar-benar nyata berada diluar para si komentator.

Lain halnya dengan mengkaji diri sendiri, si komentator dan si obyek berada dalam fisik yang sama yaitu diri kita sendiri. Sudah barang tentu sangat-sangatlah sulit untuk dilakukan karena keduanya lekat dalam diri. Menjadi gampang bila dilakukan, diamati, dikaji hikmah-hikmah yang terjadi. Dengan demikian maka akan terlihat dan dapat dinyatakan dalam diri, bahwa terdapat dua bagian yang kasat mata yaitu si komentator dan si obyek. Sudah barang tentu si komentator kedudukannya lebih tinggi dari si obyek.

Agar tidak melenceng kemana-mana, saya akan kembali ke topik utamanya yang amat penting yaitu Cipta Rasa Karsa wujud keberadaannya secara umum. Saya katakan secara umum, karena sudah barang tentu Manusia Dewasa semuanya akan dapat merasakannya dan dapat denga mudah ditelaah penomenanya.

Agar lebih mudah dipahami tentang wujud keberadaan Cipta Rasa dan Karsa secara umum, digambarkan wujud manusia dimana bagian-bagiannya merupakan perlambang keberadaan Cipta Rasa Karsa itu sendiri. Dalam gambar wujud fisik manusia dapat dibagi menjadi 3 bagian secara umum yaitu:

  1. Kepala
  2. Dada
  3. Tangan dan Kaki.

Bagian-bagian ini merupakan perlambang secara fisik dari keberadaan Cipta Rasa dan Karsa tersebut. Sudah barang tentu, cipta rasa dan karsa ini bersemayam secara kasat mata dalam tiga bagian tersebut diatas. Dengan demikian sebenarnya Cipta Rasa dan Karsa adalah bukan materi akan tetapi non-materi yang bersemayam dalam materi.

Namun perwujudan sesungguhnya manusia itu sendiri hanya  mengetahui secara penomena atau dalam bentuk gejala-gejala  yang pada akhirnya bisa dinyatakan oleh si pelaku kehidupan itu sendiri. Artinya keberadaan cipta rasa karsa itu keberadaannya terbalut atau terbungkus oleh badan kasar kita. Untuk mengetahui keberadaannya, tentunya kita harus melakukan laku kehidupan secara nyata tanpa ada paksaan atau bahasa arabnya ikhlas, agar keberadaan dari cipta rasa dan karsa tersebut tergelar atau kawedar sesuai dengan kenyataan sesungguhnya.

Jika dilakukan secara sadar dengan landasan keikhlasan, maka keberadaannya akan tergelar secara apa-adanya, sebaliknya jika dipaksakan akan muncul cipta rasa karsa yang memiliki distorsi sehingga sulit dan bingung membedakan ketiganya. Akhirnya akan memunculkan perilaku yang berakhir dengan perilaku “ada-apanya”, bukannya perilaku “apa-adanya”.

Cipta

Pernahkah anda berangan-angan ?

Tahukah anda dari mana, dimana dan bagaimana  angan-angan anda mulai muncul ?. Ini adalah suatu pernyataan berat yang harus dijawab, padahal anda setiap hari boleh dikatakan bergelimang dengan angan-angan tanpa anda sadari sendiri, tiba-tiba muncul dalam diri anda.

Itulah awal dari sebuah kekuatan hidup dari Cipta, terbukti cipta memiliki hidup dan memiliki kehidupan sendiri. Setiap manusia bisa beragam kondisi kemunculannya bisa mucul tanpa disadari, disadari namun dianggap biasa, disadari  dengan penuh kehati-hatian, disadari dengan pengkajian yang mendalam atau tangapan-tanggapan lainnya.

Pernahkah anda berpikir ?

Sebenarnya proses berpikir biasanya diawali dengan berangan-angan, atau terbesit sebuah gambaran dalam pikiran anda untuk dilanjutkan dengan proses berpikir. Sudah barang tentu proses berpikir haruslah anda sadari, karena proses tersebut adalah proses yang harus dilalui dan wahananya melalui otak yang ada dikepala kita.

Suatu pertanyaan berat jika dialamatkan sebuah pertanyaan sebenarnya proses berpikir itu dimulai dari mana ?. Banyak kalangan orang tidak menyadari tentang proses berpikir yang dialaminya. Sehingga seakan secara tiba-tiba berpikir begitu saja. Atau bahkan selain tidak menyadarinya proses berpikir yang timbul kemudian dilanjutkan dengan aksi untuk mengakualisasi proses berpikir yang timbul, baik secara oral maupun secara tidak-laku.

Dalam penggambaran kali ini adalah wujud keberadaan cipta pada umumnya secara nyata dapat dikatakan berada pada otak di kepala manusia. Otak mendapatkan sensor motorik melalui panca-indera yang terhubung kepada otak dikepala kita. Saya katakan sebagai sensor motorik karena bekerja secara penomena fisik, yaitu Mata, Telinga, Hidung dan Mulut. Secara nya terdapat 4 macam sensor motorik di kepala kita.

Dari penjelasan diatas, artinya kita akan dapat melakukan proses cipta yang diawali dengan angan-angan, kemudian dilanjutkan dengan proses berpikir, dan pada akhirnya adalah proses tindak-laku secara nyata yang dilakukan oleh Kaki dan tangan kita sendiri (Karsa).

Rasa

Dalam penjelasan gambar diatas, rasa bersemayam dalam dada manusia. Sebagian orang mengatakan dalam hati manusia. Namun manusia yang mengalami patah-hati, akan mengatakan  “sakit hatiku, rasanya hidup seperti tak bermakna” atau kata-kata lainnya. Jika diminta ditunjukkan bukanlah hati yang ditunjukkan melainkan dada di sebelah kiri yaitu “jantung kita”. Sampai sekarang masih dikatakan sebagai hati namun yang dirasakan ada dijantung. Rasa juga merupakan hal yang kasat mata, menurut pengalaman saya itu bersemayam dalam dada yang bekerja tanpa dapat kita kendalikan alias bekerja secara independent dan rutin (bagi orang awam) seperti: Hati, Jantung, Alat-alat Pencernaan, semuanya berada dalam rongga dada. Inilah suatu hikmah penggambaran tentang hidup yang oleh Tuhan YME diperintahkan harus dikaji makna yang sesungguhnya.

 

… masih akan dilanjutkan

Posted in filsafat | Tagged , | Leave a comment

Cara menjadi pilot pesawat aeromodelling yang handal

Bagi para peng-hobi pesawat aeromodelling akan didasari oleh  motivasi yang berbeda-beda diantaranya adalah:

  1. Sekedar Hobi untuk rekreasi atau refreshing menjadi pilot.
  2. Hobi dibidang ketrampilan membuat pesawat model, baik dari bahan styrofoam, balsa sampai composite.
  3. Hobi mempelajari geometri dan menciptakan model pesawat baru.
  4. Mendalami ilmu dibidang model gerak pesawat udara melalui pesawat model.
  5. Mendalami dibidang flight control system, yaitu kontrol kestabilan, Auto pilot dan lain sebagainya.

Untuk para penggemar aeromodelling hanya sekedar rekreasi atau hobi menerbangkan pesawat model, dapat dilakukan siapa saja dengan cara belajar dipandu oleh pelatih yang telah berpengalaman. Pemanduan bisa dilakukan dengan satu Radio Control ataupun dua Radio Control. Jika tidak dipandu terlebih dahulu, maka akan memakan korban beberapa pesawat mengalami crash sudah barang tentu akan banyak uang yang akan dikeluarkan.

Namun untuk belajar menjadi pilot handal pesawat aeromodelling, tidak perlu harus langsung menerbangkan pesawat model dilapangan, melainkan bisa belajar melalui program simulator yang dijalankan pada komputer atau laptop. Konfigurasi kebutuhan adalah dua macam yaitu:

  1. USB Joystick simulator + Program Simulator RC-Plane
  2. Radio Control +  Dongle Program Simulator RC Plane

Saya menyarankan point 2, karena anda akan terbiasa menggunakan Radio RC yang nantinya jika digunakan dilapangan dengan pesawat model akan terbiasa dengan Joysticknya tanpa harus melakukan adaptasi. Radio control bisa dipilih dari harga yang paling murah sampai harga yang paling mahal. Saya menggunakan merek FlySky yang terjangkau buatan cina, tapi sudah mencukupi karena radio control ini firmwarenya bisa diganti menjadi yang setara dengan radio control kelas futaba.


Gambar atas adalah radio control merk FlySky, namun transmitter dan receivernya saya upgrade menggunakan merek FrSky seperti yang diperlihatkan pada gambar dibawah. Penggantian ini karena saya inging mengupgrade agar jarak jangkaunya menjadi 1.5Km+.

Sebagai simulator, transmitter dan receiver pada gambar bawah tidak digunakan, dengan menggunakan dongle USB joytstick dapat digunakan untuk mengontrol pesawat dalam program simulator. Selanjutnya jika anda menerbangkan pesawat model yang sebenarnya, maka akan terbiasa dengan kondisi joystick dan pesawat saat latihan dalam simulator tersebut.

Program Simulator RC

Saya menggunakan simulator RC yang tergolong ringan karena saya jalankan dalam laptop dengan prosesor Intel Atom N-550. Program yang digunakan adalah PhoenixRC, dilengkapi dengan berbagai macam pesawat mulai dari Fix Wing, Helicopter, Multicopter.

 

Spitfire

Pesawat ini merupakan pesawat tempur menggunakan propeller dengan nama lengkap: Supermarine Spitfire. Merupakan pesawat tempur Inggris dengan satu tempat duduk. Penggunaannya berakhir sampai tahun 1950. Informasi lengkapnya tentang pesawat ini silakan klik disini.

 Demo



Pilot: Bambang Siswoyo

 

Cessna

Pesawat model ini merupakan pesawat sebenarnya yang dibuat skala kecil pada aeromodelling. Pesawat ini merupakan pesawat satu baling-baling, baik untuk melatih pilot aeromodelling.

Demo



Pilot: Bambang Siswoyo

Multiplex Acromaster

Pesawat ini merupakan pesawat model bukan pesawat sebernarnya yang diperkecil skalanya seperti Spitfire. Pesawat model ini cocok bagi pemula untuk belajar menjadi pilot pesawat model, karena memiliki daya angkat yang besar, bahkan pada ketinggian tanpa throtlepun dapat melayang dengan sempurna. Saya dapat mendaratkan pesawat ini tanpa throtle dengan mulus. Kelihatannya pesawat ini memiliki setup dalam kondisi tail heavy, sehingga sedikit throtle saja pesawat sudah mengangkat.

Demo



Pilot: Bambang Siswoyo

Newpower Modelism Reflex

Pesawat model ini merupakan pesawat yang memiliki kemampuan 3D, yaitu gerakan sangat lincah kesegala arah dengan cepat. Sehingga pesawat model ini digolongkan kedalam pesawat model 3D. Memang pesawat 3D paling sulit dikendalikan karena gerakannya sangat peka. Namun bila anda memiliki Radio Remote yang dapat diprogram, kepekaannya dapat dibatasi dengan end-of-point pada masing-masing servo kendali menjadi 50%. Pesawat ini sangat menyenangkan untuk dijadikan rekreasi, tidak membutuhkan lapangan yang luas. Pesawat ini hampir sama dengan pesawat pertama buatanku.

Demo



Pilot: Bambang Siswoyo

 

Quadcopter Gaui 330-X

Multicopter atau Multirotor merupakan pengembangan dari helikopter yang ada yaitu 1 rotor dan 2 rotor. Quadcopter memiliki 4 rotor, secara komersial belum diproduksi dan digunakan, namun dalam hobi model sudah sering digunakan untuk keperluan hobi atau rekreasi. Quadcopter harus memiliki kontroler yang mengatur daya dorong masing-masing motor agar dapat melayang dan melakukan manuver layaknya pesawat model kategori sayap tetap atau fix-wing.

Demo



Pilot: Bambang Siswoyo

Posted in hobby, RC Model | Tagged , | 25 Comments

Berperilaku Takwa

Hari ini adalah hari masuk dalam hitungan hari  Jum’at,  Jam 00.58 WIB, 02 Maret 2012. Aku terbangun untuk menulis sebuah coretan yang tergelar dari hati sanubariku.

Dalam peralihan antara sadar dan tidak sadar, aku berguman hidup ini sebenarnya mencari apa, untuk apa, dan mengapa kita diberi hidup dan berkehidupan dalam dunia ini. Kalau kita hanya memenuhi hasrat hidup dengan mencari penghidupan melalui berbagai cara untuk pemenuhan hasrat itu semua, tidak akan pernah ada akhir kepuasan yang telah pernah dicapainya. Pada umumnya manusia banyak tertuju untuk memenuhi semua hasrat keduniawian seperti mencari Kekayaan duniawi, Kedudukan duniawi, Pengakuan duniawi dan lain sebagainya yaitu semua  hal yang berbau materialistik. Untuk mendapatkan semua tujuannya, segala daya upaya dilakukan, mulai hal yang paling mudah sampai kepada hal yang paling rumit. Atau bahkan termasuk membangun kelompok-kelompok kepentingan harus dilakukan, agar cara-cara pemenuhan hasrat duniawi bisa diatur dengan mudah, karena pada jaman ini manusia banyak terjerat dengan “Pendapat mayoritas adalah sebuah kebenaran”.

Manusia didunia ini oleh Tuhan YME, diberi kewenangan untuk memilih apa-apa yang akan dijalaninya. Semua jalan yang akan dituju selalu akan berpasangan, yaitu kekiri atau kekanan. Manusia pada umumnya enggan untuk mundur kebelakang, karena kaki kita lebih nyaman untuk dilangkahkan kearah depan. Ini merupakan sebuah perlambang, bahwa dalam melangkahkan kaki haruslah kita berpikir secara jernih apa-apa yang akan kita pilih sebagai langkah menuju kedepan kita. Sebab kalau salah memilih, pasti akan enggan melangkah mundur, sementara semakin melangkah akan semakin banyak membuat kesalahan. Itulah hidup didunia, karena hidup didunia ini adalah sebagai wujud dari “Sang Pengembara” menapak mencari jalan untuk menemukan dimana kita berasal.

Kembali kepada pilihan didalam melangkahkan hidup, saya lebih suka menggambarkan dengan analogi seorang pengembara yang mencari sebuah rumah yang dahulu  pernah ditinggalinya. Sang pengembara hanya berbekal kepada satu tanda-tanda fisik yang ia ingat yaitu wujud atau bentuk rumahnya. Selanjutnya sang pengembara bertanya kepada orang pertama yang ditemuinya, setelah diberi petunjuk dijalani petunjuk tadi dengan harapan dapat langsung menemukan rumah yang dimaksud. Dengan kecewa ternyata rumah yang dicari tidak dapat ditemukannya, karena bentuk rumah yang ditemuinya tidak sesuai dengan tanda-tanda yang diingatnya.

Dicobalah bertanya kepada orang kedua yang ditemuinya dengan harapan akan berhasil ditemukannya. Juga atas petunjuknya dilakukan upaya pencarian sebagai wujud usaha keras yang harus dlakukannya, alhasil rumah yang yang dijumpainya tidak seratus persen sama dengan tanda-tanda fisik yang diingatnya. Karena tidak puas dengan tanda-tanda dari wujud rumah tidak seratus persen sama, kembali sang pengembara mendapatkan kekecewaan yang kedua kalinya. Juga harapan demi harapan tidak kunjung terwujud, bahkan semakin menuai kekecewaan.

Kemudian dicobanya kembali bertanya kepada semua orang dalam satu waktu, dengan harapan jika banyak orang dimintai penjelasannya akan semakin cepat dan tepat menemukan rumah dengan tanda-tanda fisik yang akan dijelaskannya. Dicobalah menanyakan kepada satu, dua, tiga dan empat orang, alhasil tidak memberikan kepuasan, sebab keempat orang memberikan jawaban yang tidak sama, dan semakin membingungkan. Dengan berbekal penjelasan yang membingungkan, sudah barang tentu tidak ada usaha yang bisa dilakukan untuk mencari rumah yang dimaksud.

Sang pengembara sempoyongan dengan kekecewaan yang semakin berat, semua harapan sirna, bahkan putus harapan untuk dapat menemukan rumah yang pernah ia tinggali. Untuk meluruhkan kepenatan dan kekecewaan, sang pengembara mencari tempat teduh untuk beristirahat. Ditemukanlah sebuah sungai besar, dengan penuh pohon pisang disekitar sungai. Berbaringlah sang pengembara dibawah pohon pisang, tidak disadarinya hingga terlelap tidur. Dari terbangun tidur, antara sadar dan tidak sadar, serasa ingat sesuatu bahwa dahulu juga pernah terlelap ditempat yang sama ketika sedang merumput untuk memberi makan kambing kesayangannya. Terbukalah satu demi satu ingatan-ingatan yang lalu, terkait satu demi satu, sehingga mendapatkan kesimpulan rumah yang dicarinya tidak jauh dari tempat yang ia terlelap tidur.

Namun kali ini sang pengembara, tidak lagi berpatokan kepada tanda-tanda fisik wujud rumah yang akan dicarinya, melainkan membuka hati-nuraninya untuk merasakan apa yang seperti dirasakan dahulu ketika pulang sehabis bekerja mencari rumput. Kali ini digunakan tanda-tanda alam sebagai penuntun jalan untuk mendapatkan rumah yang ia maksud. Dengan sabar dan ihlas ia mengingat-ingat dengan pikiran yang jernih, walaupun jalan sedikit berubah wujud namun tidak jauh dari alur yang dahulu dijalaninya. Akhirnya ditemuinya sebuah rumah, namun berbeda dari tanda-tanda fisik yang diingatnya. Kali ini, tidak mendapatkan kekecewaan karena sangat yakin rumah inilah yang pernah ditinggalinya. Semakin menambah keyakinan , ketika melihat sebuah selokan kecil  dikiri rumah itu, dikala itu pernah jatuh dan luka memar  ketika sedang bermain-main dengan teman sebayanya.

Sang pengembara mencoba memasuki rumah yang tidak berpagar, didepan pintu mencoba mengucapkan salam, agar sang penghuni rumah keluar menemuinya. Beberapa salam yang diucapkan, tidak membuat penghuni rumah keluar menemuinya. Dicobalah untuk mengetuk pintu, sontak terkaget ternyata tangan tidak dapat mengetuk pintu karena kayu pintu dapat tembus.  Dengan penasaran, siapa saya mengapa tidak dapat mengetuk pintu. Namun dengan berbekal yakin dan ihlas masuklah kedalam rumah dengan menembus pintu kayu, begitu masuk kamar dia melihat dirinya terlelap di ranjang kamar depan. Kontan seakan dia tersedot kedalam tubuh diranjang, dan terbangun dipagi hari menjelang subuh dengan rasa segar namun dengan penuh keheranan apa gerangan yang telah terjadi seakan mimpi seperti nyata. Kembali terbangun membuat pikiran aktif kembali, namun tidak dapat merasakan kembali secara untuk apa-apa yang telah terjadi dalam mimipinya. Secara samar-samar semua dapat dirasakan walaupun tidak sama keadaannya saat dalam mimpinya.

Demikianlah pula dengan hidup dan kehidupan kita semua, seakan seperti usaha untuk mengupayakan mimpi menjadi kenyataan. Dari paparan diatas semua perbuatan harus dilakukan dengan ihlas dengan berlandaskan cerminan hati yang bersih dengan kekuatan pikiran yang dimiliki kita. Dengan takwalah semua perjalanan hidup kita bisa kita arungi dengan selamat karena hakekat TAKWA menurut saya adalah:

Tumindake Asaking Kawedaran ing Wadine Ati

Kita semua sebenarnya belum tentu mengetahui dan menyadarinya setiap gerak-langkah yang dilakukan dalam berkehidupan di dunia ini, sebenarnya siapa yang menggerakkan. Terbukti ada yang disadarinya, ada pula yang tidak disadarinya. Selain Tuhan Yang Maha Kuasa, pada diri manusia juga ada yang menguasainya, untuk mengajari bagaimana badan kasar manusia agar berbuat sesuai azas kebenaranNya. Terbukti juga bahawa manusia cenderung mencari dan berpihak kepada kebenaran yang hakiki. Oleh karena itu biasakanlah segala perbuatan merupakan gelaran dari hati yang paling dalam, dilahirkan dari tangan dan pikiran kita sendiri, dilandasi dengan keihlasan berbuat. Dengan demikian kita akan mendapatkan apa sebenarnya kebenaran itu, dengan belajar berperilaku Takwa, karena mencari kebenaran itu sama dengan perilaku sang pengembara yang dijelaskan diatas, untuk mencari siapa jati-dirinya, sehingga diperoleh ketenangan hidup yang akan berbuah  kebahagian baik didunia (alam nyata – LOVE) maupun di akherat (alam kasat nyata – love).

Sekian posting saya akhiri, karena jam telah menunjukkan  jam 03.25.

 

 

Posted in filsafat | Tagged , | Leave a comment

Robot Quadcopters Perform James Bond Theme

Some very talented quadcopters perfomed the James Bond theme music at a TED2012 conference.
I use my multicopters for aerial photography. Some use it to conduct an orchestra. This video shows a good piece of music performed by a robotic quadcopter band.

Continue reading

Posted in Multicopter, Quadrocopter | Comments Off