Pesawat pertama buatanku

Bagiku hobi yang satu ini sangat menarik untuk dipelajari dan didalami, karena merupakan gabungan ilmu pengetahuan dijadikan satu sehingga menjadi hobi yang bisa berkembang dan tidak mudah usang. Untuk mendisain pesawat sebenarnya ada perhitungan dan teori yang mendasarinya.  Berikut ini link teori yang berhubungan dengan pesawat terbang:

  1. http://adamone.rchomepage.com/index2.htm
  2. http://rcvehicles.about.com/od/rcairplanes/ss/RCAirplaneBasic.htm
  3. Airfoils of US and Canadian Aircraft
  4. http://www.rc-airplane-world.com/how-airplanes-fly.html
  5. http://en.wikipedia.org/wiki/Planform

Cincopa WordPress plugin

Walaupun hobi yang satu ini membuatku sangat menggebu, prinsipku hobi jangan sampai kebablasan  sehingga jangan sampai menghabiskan atau menghamburkan uang, kalau bisa hobi ini menghasilkan uang. Aku tertarik hobi ini bukan hanya kesenangan belaka, akan tetapi aku ingin mendalami ilmunya walaupun hanya model. Apalagi ini sangat berhubungan dengan ilmu pengetahuan yang pernah aku dalami, sehingga membuat penguatan dan dorongan yang sangat kuat untuk menyeriusinya.

Sebagai pemula aku telah berhasil membuat pesawat pertama yang bisa terbang, dikalangan aeromodelling disebut EXTRA300S. Pesawat ini tergolong pesawat slowflyer yaitu pesawat yang berkecepatan lambat, cocok untuk para pemula.

Karena aku masih awam dan mengesampingkan teori aerodinamika dan teori mendisain pesawat, aku menggunakan plan yang telah dipakai banyak orang dikalangan aeromodelling. Dengan demikian aku pertamakalinya harus mengasah kemampuan ketrampilan membuat pesawat dengan berbahan styrofoam yang murah. Styrofoam ini banyak dijual dipasaran dan mudah pengerjaannya.

Walaupun aku mengindahkan teori-teori yang ada, tapi yang perlu diperhatikan adalah daya dorong (thrust) yang dihasilkan oleh baling-baling (propeller) haruslah lebih besar dari berat pesawat itu sendiri. Pesawatku ini memiligi bobot terbang sekitar 850gram dengan daya dorong sekitar 1,2Kgf. Aku menggunakan motor DT750 yang sering dipakai oleh para aeromodeller, dengan propeller diameter 12″ dan pith 4,7 atau disebut dengan propeller 12×4,7. Batery yang digunakan adalah Lipo 2200mAH, 3sel, sudah cukup untuk bisa terbang selama 10-15 menit, tergantung kepiawaian pilot. Juga aku memodifikasi pesawat ini dengan menambahkan dihedral yaitu sudut sayap sekitar 5 derajat, agar menjadi semakin slowflyer.

Untuk memperkuat dihedral sayap, aku gunakan tali senar pancing yang dijerat ke mur-baut seng dengan viser plastik. Untuk menyetelnya aku gunakan terminal kabel yang yang diambil bagian dalamnya. Tali senar ini ada dibagian atas/bawah dan kiri/kanan sayap, sehingga sangat kokoh dan tidak mudah berubah. Bagian bawah ditambatkan ke landing gear yang diperkuat dengan kayu. Memang struktur pesawat model juga harus dipikirkan bagaimana supaya menjadi kuat tapi ringan. Inilah seni untuk membuat pesawat.

Control Actuator

Dikalangan aeromodelling kadang cukup menyebut “kontrol” pesawat, tapi dalam ilmu sistem kontrol disebut aktuator (penggerak) karena digunakan mengendalikan gerak pesawat, aku sebut “Aktuator Kendali”. Untuk mengontrol gerakan pesawat ada bilih yang bergerak di sayap dan di ekor.

Kendali Aileron

Yang disayap disebut dengan Aileron untuk gerakan rolling (guling). Agar pesawat berbelok dengan cara berguling kekanan (rolling), kendali aileron sebelah kanan ke arah atas, kiri kearah bawah. Demikian sebaliknya jika berguling kekiri. Pada pesawat ini menggunakan dua aktuator yaitu satu servo masing-masing aileron, jadi diperlukan 2 servo. Keuntungan menggunakan 2 servo pada kendali aileron ini, memungkinkan aileron sekaligus digunakan sebagai air-brake atau flap yang berguna mengurangi kecepatan saat melakukan pendaratan.

Kendali Elevator

Kendali elevator ini berfungsi untuk kendali agar pesawat mendongak keatas atau kebawah. Pada saat pesawat meninggalkan landasan kendali ini digunakan untuk tinggal landas atau take-off. Kendali ini berada ekor pesawat dibagian horisontal. Terdapat bilih yang berada dibagian ekor horisontal ini, bisa ditekuk keatas atau kebawah. Jika bilih ini mendongak keatas mengakibatkan hidung pesawat akan mendongak keatas, karena aliran udara dari depan menerpa bilih ini yang mengakibatkan ekor menjadi turun dan hidung akan mendongak. Demikian sebaliknya.

 

Kendali Ruder

Kendali ruder ini berada di ekor juga, namun berada pada posisi tegak atao vertikal. Adapun fungsi ruder ini untuk menggerakkan pesawat berbelok kekiri atau kekanan secara horisontal, tidak berguling seperti halnya kendali aileron.

Kendali Throtle

Kendali ini berfungsi untuk menaikkan/menurunkan daya dorong pesawat dengan menaikkan/menurunkan putaran motor brushless. Ini tidak menggunakan kendali mekanik seperti halnya aileron, elevator dan ruder yang digerakkan oleh motor servo.

Pilot mengendalikan pesawat ini dengan mengkombinasikan 4 kendali, kadang disebut kendali 4 kanal. Ini adalah kendali standar pada pesawat terbang. Pada Remote Control terdapat dua tuas kiri dan kanan.

 

 

Last updated by at .

Avatar of Bambang Siswoyo

About Bambang Siswoyo

I am a college lecturer since 1988 at UB (University of Brawijaya) in the electronics department. My experience: Applications of Microprocessor system, Applications of Control System, Applications of Field Programmable Gate Array, Computer Programming in computer instrumentations. My hobby: Music especially playing the saxophone, hiking and exploring the countryside.
This entry was posted in hobby, RC Model and tagged , . Bookmark the permalink.

18 Responses to Pesawat pertama buatanku

  1. gatot says:

    mas lam kenal sebelumnya ya.. ini aku gatot asal lampung.
    saya pengen sekali mas membuat pesawat dari strofoam tersebut tetapi saya belum tahu sama sekali… kalo boleh saya minta no hp mas saya mau ngobrol sama mamas tentang pesawat rc strofoam..

    terima kasih mas

  2. firdaus rachmat says:

    selamat siang Mas Bambang…
    Salam kenal saya Rachmat asal Bandung, setelah saya membaca Artikel yg dimuat di Blog saya sangat tertarik untuk menggeluti dunia Aeromodelling, untuk itu saya ingin tahu cara pembuatan pesawat dari Stereofoam. karena saya adalah seorang pemula & buta sama sekali tentang pembuatan pesawat tersebut.

    Terima kasih

    mohon dibalas.

  3. habibi says:

    Mas Bambang, saya tertarik sekali dengan pesawat model. Kira2 berapa biaya pembuatan pesawat ini pak?

  4. Ricky B Samad says:

    Salam kenal mas, kebetulan sekali saya juga alumni elektro brawijaya, dan hobi saya juga maen aeromodelling sejak kuliah dulu, tetapi saat ini saya lebih sering beli rc yg jadi seperti cessna 182 big, sebenarnya rindu buat sendiri lagi tetapi kebetulan ditempat saya, diJambi styrofoam yang mas pake nggak ada, boleh bantu saya bila saya ingin membelinya mungkin dimalang lebih mudah mencarinya.
    bisa share kita mas via email ato di no 081366033194

  5. tian says:

    pak bisa minta design pesawatnya seperti pesawat model cesna 130-46..trimakasi sebelumnya pak..

  6. iwan sanjaya says:

    Pak bambang apa khabar? Pak saya sangat tertarik dengan aero modelling, tetapi saya bingung dimana beli remot beserta peralatan yg lain. Kebetulan saya tinggal di Malang, dimana saya bisa membelinya? Kisaran harga berapa? Kira2 yang bgus untuk pemula merek nya apa? Makasih sebelumnya….

  7. Imam Ali Fauzi says:

    Mas-mas semua, saya bekerja di perusahaan Elektronik bagian Spv. produksi.
    kami mempunyai masalah dengan limbah Styrofoam bekas.
    Andai ada yg mau manfaatin, sekitar 1 truk dengan ketebalan 10 Cm max kami buanyak… so hubungi saja 081318526216….

  8. mas yoyok says:

    salut mas, bagi saya pribadi yang termasuk nihil/awam dalam aeromodelling ini adalah karya hebat. kebetulan mau kado ultah anak saya mainan pesawat macam ini, ijin ctrl-D ya mas admin

  9. Moh. Lukan Taufiki says:

    Maaf gan, ada video terbangnya gan?
    ma ane bingung ni gan , ad kagak rumus buat ngitung kecepatan di udara berdasarkan trust
    Mohon pencerahannya, makasih gan :)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CAPTCHA Image

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title="" rel=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>