Mulai membedah filsafat

Kali ini aku tanpa sengaja saat ngeloyor sana sini melewati setiap jalan yang di tampilkan oleh mbah google, terutama wikipedia, terselinap kata-kata “Filsafat”. Aku coba untuk mengikutinya dengan mengkopas kata “filsafat” dan aku tulis  ke isian pencarian. Hmm maksudnya aku mencoba memulainya dengan kata-kata tersebut apa seh maksudnya. Aku sebelumnya tidak pernah memperhatikan dan tertarik dengan kata-kata yang satu ini. Yang aku maksud bila ingin mendalami apa yang dimaksud dengan “filsafat” selalu sesuatu yang sukar dimengerti tinggi di awan, dan maksudnya tidak jelas.

Eh….ternyata aku bisa mulai dengan etimologi dari filsafat itu dulu. Apa maksudnya dengan kata-kata tersebut. Saya mencoba untuk mencari wikipedia tentang filsafat dan saya kutip sebagai berikut:

Etimologi

Kata falsafah atau filsafat dalam bahasa Indonesia merupakan kata serapan dari bahasa Arab فلسفة, yang juga diambil dari bahasa Yunani; Φιλοσοφία philosophia. Dalam bahasa ini, kata ini merupakan kata majemuk dan berasal dari kata-kata (philia = persahabatan, cinta dsb.) dan (sophia = “kebijaksanaan”). Sehingga arti harafiahnya adalah seorang “pencinta kebijaksanaan”.

Kata filosofi yang dipungut dari bahasa Belanda juga dikenal di Indonesia. Bentuk terakhir ini lebih mirip dengan aslinya. Dalam bahasa Indonesia seseorang yang mendalami bidang falsafah disebut “filsuf”.

Aku sangat tertarik dan akan memulai dulu dengan kata yang disebut dengan “Pecinta Kebijaksanaan“. Yang membuat aku sangat tertarik karena banyak sesuatu yang tersirat dalam kata-kata tersebut, yang menurut saya sangat langka pada jaman modern ini.

Mengapa…..

Disini lebih utama adalah menyebutkan sosok apalagi kalau bukan “Manusia” yang merupakan sebagai “Pecinta“, kedua adalah obyek yang dicintai yaitu “Kebijaksanaan“. Dua kata ini menurut saya adalah pemunculan secara klasikal pada jamannya, namun wujudnya pada jaman modern ini bisa berbentuk apapun namun hakekat yang terkandung tidak akan pernah berubah. Hanya saja pada jaman modern ini, telah memiliki reinkarnasi wujud yang beraneka ragam seiring dengan perkembangan sosial manusia, sehingga lebih sulit memilahnya mana yang masih “melingkupi hakekatnya” dan mana yang telah “menelanjangi hakekatnya”.

Disini, aku hanya mencoba untuk mengkaji dan mengungkapkannya menurut caraku, dari dalam batin diriku sendiri yang mengalir secara alamiah . Sehingga dalam blog ini aku mencoba untuk mengkomparasi, menganalisa dan menyambungnya dengan melihat kenyataan yang ada didalam kehidupan kita yang sekarang.

Disini aku bagaikan seorang pelukis, aku hanya ingin menorehkan isi alam manusiaku kedalam bentuk tulisan-tulisan filsafat

 Aku sebagai CiptaanNya dengan mutidimensi, terkadang selalu berada pada kondisi kemanusiaan yang berbeda dari hari kehari, bagai pepatah jawa bahwa manusia itu “Mulak Malik Musik” yaitu dari multidimensi itu selalu ada dimensi tertentu yang memberikan kondisi tertentu pada diriku. Suatu saat kadang dimensi seni sangat berpengaruh, sehingga kuraih alat musik untuk memainkannya. Di situasi lainnya kadang muncul spiritualisme, sehingga ingin menumpahkan apa-apa yang ada didalam dadaku baik dalam bentuk tulisan apapun, dialektika atau dialog dalam bentuk ucapan. Pada kondisi ini membuat kondisi peka terhadap sosial sekitarnya. Bila situasi dimensi lainnya muncul, kadang ingin bermain-main maka aku akan bermain dengan keasyikan hobiku yang ada. Yah itulah manusia kita sebagai pelaku kehidupan selalu menurut apa yang tersirat dalam hati yang terdalam, asalkan dapat memaknai apa maksud yang terkadung didalamnya dengan secara sadar.

Kita perlu menyadari bahwa Manusia adalah sosok multidimensi

Yang dimaksud multidimensi disini bukanlah multidimensi dalam bentuk wujud fisik, akan tetapi “Manusia” sesungguhnya yang bersemayam dalam wujud fisik yang berupa non-fisik. Sebenarnya pada jaman sekarang mayoritas orang di dunia ini telah meyakini bahwa kata “Manusia” itu terdiri dari dua yaitu Manusia secara fisik dan Manusia secara non-fisik. Saya lebih suka mengatakannya sebagai “Manusia materi” dan “Manusia non-materi”. Manusia materi juga multidimensi akan tetapi sampai saat ini terbatas sebagai 3 dimensi saja — itupun konvensi manusia fisik pada jaman sekarang. Sedangkan Manusia non-materi memang diyakini keberadaannya melalui fenomena-fenomena berupa multidimensi lebih dari dimensi manusia fisik. Demikian komplek jatidiri manusia sesungguhnya, sehingga sang pencipta menyebutnya sebagai ciptaannya yang paling memiliki derajat palaing tinggi diantara ciptaan lainnya, serta merupakan ciptaan yang paling mulia. Disinilah yang menjadi ketertarikan saya untuk mengkaji yang namanya filsafat.

Apa yang dimaksud Filsafat secara definisi ?

Aku mencoba mencari dalam internet apa yang dimaksud dengan definisi filsafat. Akhirnya aku mulai membuka  satu persatu daftar pencarian di google tentang definisi filsafat. Aku mulai menelaahnya dan membacanya, aku peroleh tentang bebera definisi diantaranya adalah:

Kutipan dari: http://www.consumptive.net/2011/11/pengertian-filsafat-definisi-filsafat.html

  1.  Pengertian filsafat menurut Plato
    Filsafat adalah pengetahuan yang berminat mencapai pengetahuan kebenaran yang asli.
  2. Pengertian filsafat menurut Aristoteles
    Filsafat adalah ilmu ( pengetahuan ) yang meliputi kebenaran yang terkandung didalamnya ilmu-ilmu metafisika, logika, retorika, etika, ekonomi, politik, dan estetika.
  3. Pengertian filsafat menurut Al Farabi
    Filsafat adalah ilmu ( pengetahuan ) tentang alam maujud bagaimana hakikat yang sebenarnya.
  4. Pengertian filsafat menurut Cicero
    Filsafat adalah sebagai “ibu dari semua seni “( the mother of all the arts“ ia juga mendefinisikan filsafat sebagai ars vitae (seni kehidupan )
  5. Pengertian filsafat menurut Johann Gotlich Fickte (1762-1814 )
    Filsafat sebagai Wissenschaftslehre (ilmu dari ilmu-ilmu , yakni ilmu umum, yang jadi dasar segala ilmu. Ilmu membicarakan sesuatu bidang atau jenis kenyataan. Filsafat memperkatakan seluruh bidang dan seluruh jenis ilmu mencari kebenaran dari seluruh kenyataan.
  6. Pengertian filsafat menurut Paul Nartorp (1854 – 1924 )
    Filsafat sebagai Grunwissenschat (ilmu dasar hendak menentukan kesatuan pengetahuan manusia dengan menunjukan dasar akhir yang sama, yang memikul sekaliannya .
  7. Pengertian filsafat menurut Imanuel Kant ( 1724 – 1804 )
    Filsafat adalah ilmu pengetahuan yange menjadi pokok dan pangkal dari segala pengetahuan yang didalamnya tercakup empat persoalan.
    Apakah yang dapat kita kerjakan ?(jawabannya metafisika )
    Apakah yang seharusnya kita kerjakan (jawabannya Etika )
    Sampai dimanakah harapan kita ?(jawabannya Agama )
    Apakah yang dinamakan manusia ? (jawabannya Antropologi )
  8. Pengertian filsafat menurut Notonegoro
    Filsafat menelaah hal-hal yang dijadikan objeknya dari sudut intinya yang mutlak, yang tetap tidak berubah , yang disebut hakekat.
  9. Pengertian filsafat menurut Driyakarya
    Filsafat sebagai perenungan yang sedalam-dalamnya tentang sebab-sebabnya ada dan berbuat, perenungan tentang kenyataan yang sedalam-dalamnya sampai “mengapa yang penghabisan “.
  10. Pengertian filsafat menurut Sidi Gazalba
    Berfilsafat ialah mencari kebenaran dari kebenaran untuk kebenaran , tentang segala sesuatu yang di masalahkan, dengan berfikir radikal, sistematik dan universal.
  11. Pengertian filsafat menurut Harold H. Titus (1979 )
    Filsafat adalah sekumpulan sikap dan kepecayaan terhadap kehidupan dan alam yang biasanya diterima secara tidak kritis. Filsafat adalah suatu proses kritik atau pemikiran terhadap kepercayaan dan sikap yang dijunjung tinggi;­       Filsafat adalah suatu usaha untuk memperoleh suatu pandangan keseluruhan;
    Filsafat adalah analisis logis dari bahasa dan penjelasan tentang arti kata dan pengertian ( konsep );
    Filsafat adalah kumpulan masalah yang mendapat perhatian manusia dan yang dicirikan jawabannya oleh para ahli filsafat.
  12. Pengertian filsafat menurut Hasbullah Bakry
    Ilmu Filsafat adalah ilmu yang menyelidiki segala sesuatu dengan mendalam mengenai Ke-Tuhanan, alam semesta dan manusia sehingga dapat menghasilkan pengetahuan tentang bagaimana sikap manusia itu sebenarnya setelah mencapai pengetahuan itu.
  13. Pengertian filsafat menurut Prof. Dr.Mumahamd Yamin
    Filsafat ialah pemusatan pikiran , sehingga manusia menemui kepribadiannya seraya didalam kepribadiannya itu dialamiya kesungguhan.
  14. Pengertian filsafat menurut Prof.Dr.Ismaun, M.Pd.
    Filsafat ialah usaha pemikiran dan renungan manusia dengan akal dan qalbunya secara sungguh-sungguh , yakni secara kritis sistematis, fundamentalis, universal, integral dan radikal untuk mencapai dan menemukan kebenaran yang hakiki (pengetahuan, dan kearifan atau kebenaran yang sejati).
  15. Pengertian filsafat menurut Bertrand Russel
    Filsafat adalah sesuatu yang berada di tengah-tengah antara teologi dan sains. Sebagaimana teologi , filsafat berisikan pemikiran-pemikiran mengenai masalah-masalah yang pengetahuan definitif tentangnya, sampai sebegitu jauh, tidak bisa dipastikan;namun, seperti sains, filsafat lebih menarik perhatian akal manusia daripada otoritas tradisi maupun otoritas wahyu.

Sebagai awal untuk memulai membedah filsafat, aku masih memulai dengan aspek etimologi dan definisi-definisi dari berbagai para ahli di bidangnya. Posting-posting selanjutnya aku tidak akan membahas tentang filsafat, karena aku bukan dibidangnya, melainkan secara bebas akan menulis dialektika tentang apa-apa yang merupakan coretan-coretan isi hati yang paling dalam. Karena dari definisi diatas filsafat tidak lain mengarah kepada keberadaan jati-diri manusia yang bersemayanm dalam hati (entah apa penyebutannya) manusia.

Sekian dulu….

Last updated by at .

Avatar of Bambang Siswoyo

About Bambang Siswoyo

I am a college lecturer since 1988 at UB (University of Brawijaya) in the electronics department. My experience: Applications of Microprocessor system, Applications of Control System, Applications of Field Programmable Gate Array, Computer Programming in computer instrumentations. My hobby: Music especially playing the saxophone, hiking and exploring the countryside.
This entry was posted in filsafat and tagged , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CAPTCHA Image

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title="" rel=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>